/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:15 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram/luhut.pandjaitan)

SuaraSumedang.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah melakukan stress test untuk mengidentifikasi risiko dan langkah yang perlu disiapkan dalam menghadapi ancaman resesi global pada 2023.

Luhut menyebut, Indonesia bersiap menghadapi the perfect storm. Kondisi perfect storm terjadi karena adanya tiga permasalahan secara bersamaan.

Di antaranya ancaman inflasi tinggi termasuk beberapa negara maju, resesi baik teknis maupun efektif, dan ketidakpastian akibat kondisi geopolitik.

"Presiden sudah perintahkan kemarin untuk melakukan stress test. Dicek, kalau ada skenario begini, skenario begini, apa yang terjadi, bagaimana ekonomi kita masih bisa tidak," kata Luhut, pada Rabu (12/10/2022).

Menurut Luhut, kondisi perfect storm bisa terjadi pada negara maupun di dunia, sehingga Indonesia juga harus berhati-hati.

Terlebih, dengan situasi perang Rusia-Ukraina yang tak tampak akan berakhir, justru semakin memanas, dan dikhawatirkan akan semakin membuat krisis pangan serta energi berlangsung lebih lama.

"Kalau sampai ada limited dan nuclear war, itu sudah sangat berbahaya karena kalau orang sudah terdesak, bukan tidak mungkin dia melakukan apa saja," ucapnya.

Oleh karena itu, Luhut mengatakan, pemerintah saat ini tengah menghitung, dan menyiapkan skenario-skenario terburuk untuk menghadapi kondisi tersebut.

Ia hanya meminta semua pihak kompak menghadapinya. Luhut pun mengimbau semua pihak turut berpartisipasi untuk bisa menanam pangan kebutuhan sehari-hari agar bisa menekan inflasi.

Baca Juga: Rizky Billar Datangi Polres Metro Jaksel untuk Diperiksa Lebih Awal,Gara-Gara Video Lempar Bola Biliar?

"Ya, seperti perang rakyat semesta kalau istilah tentara. Seperti saya, di rumah meski di Kuningan (Jakarta), tetap menanam cabai, bawang, paling tidak buat kebutuhan kami dan cucuk. Jadi, kalau kita semua lakukan itu, kita tidak akan kekurangan, paling tidak ada beberapa basic need yang kita butuhkan," katanya.

Luhut juga mengingatkan meski kondisi ekonomi mulai membaik dan pulih, Indonesia harus tetap berhati-hati.

"Kita beruntung, sekali lagi, ekonomi kita pada posisi yang sangat baik. Tapi, anything could happen (semua bisa terjadi) kalau kita juga tidak hati-hati. Jadi, saya senang sekali bahwa kami kompak sekali menghadapi itu," kata dia.

Luhut kemudian memastikan, Indonesia masih jauh dari ancaman masuk jurang resesi. Tetapi, ia kembali mengingatkan Indonesia tidak boleh jemawa.

"Kemari Ibu Menkeu sudah menyampaikan bahwa sudah ada 28 negara yang antre masuk di IMF. Kita jauh dari itu, kita mungkin satu di antara negara yang terbaik pada hari ini, tapi sekali lagi, kita tidak boleh jemawa di situ. Karena ya apa saja dalam enam bulan ini bisa terjadi," ucapnya. [ANTARA]

Load More