Otomotif / Mobil
Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:58 WIB
Pengujian motor listrik Yadea dengan jarak lebih dari 150 Km. (Foto: Yadea)
Baca 10 detik
  • Toyota melakukan recall terhadap 270 ribu unit mesin mobil Tundra di Amerika Serikat akibat masalah teknis serius.
  • BYD menjamin ganti rugi kerusakan akibat penggunaan sistem autopilot bagi pengguna selama 12 bulan masa kepemilikan kendaraan.
  • Kejaksaan Agung mengungkap skandal pengadaan motor MBG senilai satu triliun rupiah yang situs resminya tidak berfungsi profesional.

Suara.com - Awal Juni 2026 dunia otomotif dan isu publik kembali dipenuhi kabar beragam. Reputasi Toyota yang dikenal bandel tercoreng setelah salah satu modelnya harus mengalami recall besar, dengan 270 ribu mesin terdampak.

Di sisi lain, pilihan mobil PHEV dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 km mulai mencuri perhatian konsumen.

Sementara itu, BYD menegaskan komitmennya dengan menanggung kerugian pengguna yang mengalami kecelakaan, meski tetap ada syarat tertentu yang harus dipenuhi.

Dari segmen roda dua, Motul menghadirkan standar baru pelumas motor 2 tak minim asap, memberi solusi bagi pengendara yang peduli lingkungan.

Sorotan publik juga tertuju pada skandal motor MBG era Dadan Hindayana, yang bertampang sangar namun website resminya justru berisi lorem ipsum.

Tak kalah menarik, motor listrik Yadea berhasil menempuh ratusan kilometer dalam sekali cas dengan rute Bandung–Bogor, menandai perkembangan signifikan di pasar kendaraan listrik.

1. Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall

Toyota. [Cicero7/Pixabay]

Selama puluhan tahun, Toyota telah membangun reputasi sebagai produsen mobil bandel dengan daya tahan mesin yang mumpuni.

Namun, warisan emas itu kini sedang dipertaruhkan. Masalah serius yang menimpa Toyota Tundra, pikap full-size andalan mereka di Amerika Serikat, mengancam akan meruntuhkan kepercayaan konsumen setianya.

Baca Juga: Memori Manis Setiap Kilometer Bersama Motor Honda

Baca selengkapnya

2. Pilihan Mobil PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM

Ilustrasi mobil dengan teknologi PHEV. [Dok TAM]

Mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai mendapat perhatian di Indonesia karena menawarkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik. Berbeda dengan hybrid konvensional, mobil jenis ini dibekali baterai yang dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal sehingga tetap menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Di Indonesia, beberapa model PHEV yang sudah dipasarkan bahkan diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh.

Baca selengkapnya

3. Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya

Load More