SuaraSumedang.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung memastikan, memberikan pendampingan kepada siswa korban perundungan (bullying) yang kepalanya ditendang beberapa kali oleh temannya di SMP Baiturrahman, Kec. Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat.
Kepala DP3A Kota Bandung Uum Sumiati mengatakan, selain pada korban, pihaknya juga melakukan pendampingan kepada pelaku yang juga merupakan anak di bawah umur.
"Kami tetap melakukan pendampingan dan konseling baik itu untuk anak korban maupun untuk pelaku, dan kita juga ikut memantau karena mereka juga hanya beberapa bulan lagi harus menyelesaikan sekolahnya," kata Uum di Polsek Ujungberung, pada Sabtu (19/11/2022).
Sekarang ini, kata Uum, para pihak yang terlibat dalam kasus perundungan itu tengah menjalani mediasi yang difasilitasi oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung.
Sejauh ini, ia menilai korban tidak tampak mengalami trauma dan masih bisa berkomunikasi dengan baik.
Secara kasat mata, kata Uum, korban tidak mengalami luka-luka yang cukup serius, tetapi ia pun masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Untuk itu, pihaknya pun mendorong kasus tersebut bisa berakhir dengan menempuh jalur mediasi.
Karena, kata Uum, masa depan korban atau pelaku perlu menjadi pertimbangan dalam proses hukum.
"Ya, mudah-mudahan bisa dimediasi ya, demi keberlanjutan anak-anak," katanya.
Baca Juga: Soal Upah Minimum 2023, Menaker Meminta Kepala Daerah Mengacu pada Permenaker No 18 Tahun 2022
Agar kasus serupa tidak terulang kembali, ia mengatakan, DP3A akan kembali mensosialisasikan ke sekolah-sekolah dan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).
"Rencananya ke depan kami juga akan kembali menyosialisasikan terkait perundungan agar tidak terjadi lagi sebagai bentuk pencegahan kekerasan dalam bentuk lainnya," ucapnya.
Sebelumnya, Polsek Ujungberung mengusut kasus perundungan atau bullying terhadap seorang siswa SMP Baiturrahman di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat.
Korban dilaporkan kepalanya ditendang beberapa kali oleh pelaku yang tak lain adalah teman sekelasnya hingga mengalami pingsan.
Aksi perundungan itu pun terekam sebuah video berdurasi 21 detik, yang tersebar di media sosial hingga menuai kecaman warganet.
Dalam video tersebut, tampak seorang korban siswa SMP duduk di kursi dalam kelas, dan dipaksa mengenakan helm sambil dikerubungi oleh teman-teman sekelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
7 HP Snapdragon Terbaru yang Masuk Indonesia 2026, Spek Premium dan Performa Ngebut
-
Ini Dia Autothermix, Alat Pemusnah Sampah Tanpa Bahan Bakar Fosil
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Bantah Terlibat
-
Bobby Moore: Legenda dan Kapten Ikonik Timnas Inggris di Piala Dunia
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
Rahasia Rambut Hitam Berkilau Wanita Dayak: Manfaat Akar Kayu yang Tidak Ada di Salon Jakarta