/
Rabu, 23 November 2022 | 18:39 WIB
Ilustrasi jus wortel; banyak beranggapan bahwa mengkonsumsi secara rutin jus wortel bisa mengurangi minus pada mata. ((Pixabay.com/Couleur))

SuaraSumedang.id - Banyak orang yang beranggapan dengan mengkonsumsi jus wortel secara rutin dapat mengurangi mata minus.

Lantas apakah benar minum jus wortel rutin dapat menghilangkan minus pada mata?

Dokter spesialis mata dr. Zoraya A. Feranty, SpM membantah anggapan tersebut, yang menerangkan jika konsumsi rutin jus wortel dapat menurunkan bahwa menghilangkan minus pada mata.

"Kalau diminumkan jus wortel setiap hari, mata minus anak hilang? nggak. Kalau sudah terbentuk panjang bola matanya sekian, cenderung lebih ke bertambah bukan berkurang," kata Zoraya, di Jakarta pada Rabu (23/11/2022).

Menurut Zoraya, yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (PERDAMI) itu, memang ada penelitian yang menyatakan ada pengurangan minus mata tetapi tidak signifikan.

Zoraya mengatakan, orangtua yang memiliki anak dengan riwayat kondisi miopi atau juga dikenal sebagai rabun jauh sebaiknya melakukan terapi kontrol.

Mereka juga disarankan membiasakan anak untuk lebih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Berdasarkan studi, hal tersebut dapat memperlambat perkembangan miopi.

Miopi atau mata minus merupakan satu di antara gangguan mata yang kerap terjadi, dan menyebabkan seseorang kesulitan melihat benda jarak jauh secara jelas.

Anak dengan kondisi tersebut kerap kali menyipitkan matanya apabila melihat objek dengan jarak jauh.

Baca Juga: Segini Uang yang Bakal Diterima Juara sampai Peringkat 32 di Piala Dunia Qatar 2022

Selain faktor genetik, faktor lingkungan pun menjadi penyebab yang mendominasi terjadinya mata minus termasuk pada anak.

Di antaranya, seperti membaca terlalu dekat, melihat layar gawai terlalu lama, dan kurang beraktivitas di luar ruangan.

Menurut Zoraya, saat ini terdapat beragam terapi miopi seperti lensa yang dapat menghambat laju minus, obat tetes, kacamata, dan lensa kontak khusus.

"Harapannya dengan intervensi, kita bisa menahan laju. Misalnya kecepatannya 1 mm per tahun, kita bisa tahan dengan terapi sekitar 50-50 persen. Itu saja sudah bagus," katanya.

Lalu, apakah mengenakan kacamata dapat menurunkan atau menghilangkan minus? Zoraya kemudian membantahnya.

"Ada kondisi yang sebelumnya di kacamata ada plusnya, kemudian seiring usia menghilang, akhirnya tidak butuh kacamata," katanya.(*)

Load More