/
Sabtu, 03 Desember 2022 | 19:53 WIB
Update gempa bumi mengguncang Kabupaten Garut Jawa Barat, pada Sabtu (3/12/2022). (Twitter @InfoHumasBMKG)

SuaraSumedang.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hasil analisis gemba bumi, pada Sabtu (3/12/2022) pukul 16.49 WIB di wilayah Selatan Garut, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa yang mengguncang wilayah Selatan Garut disebut memiliki parameter dengan magnitudo 6.1 dengan jenis gempa tektonik.

Sebelumnya, BMKG menyampaikan informasi gempa bumi tektonik magnitudo 6.4 di Selatan Garut, Jawa Barat tidak berpotensi tsunami.

Adapun episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,44 LS; 107,51 BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Mekarmukti, Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan kedalaman 109 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Asutralia atau intraslab," tulis akun Twitter @InfoHumasBMKG, dikutip Sabtu (3/12/2022).

BMKG menjelaskan, bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip.

Dampak gempa bumi pun dirasakan di daerah Garut dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di daerah Soreang, Kopo, Kalapanunggal, Sumur, Ciamis, Tasikmalaya.

Kemudian dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), di wilayah Sumedang, Lembang, Pamoyanan, Panimbang, Cikeusik, Labuan, Purworejo, Bantul, Kulonprogo. 

Dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di wilayah Cikembar, Cugenang, Pelabuhan Ratu, Bandung, Bogor, Cilacap, Sawarna, Cireunghas, Bohong, Yogyakarta, Wonosobo, Karangkates, Trenggalek.

Baca Juga: Bintang Porno Janji Maraton Seks 18 Jam jika Belanda Kalah di Piala Dunia

"Hasil pmodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 17.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock," tambah keterangan BMKG.

Di samping itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa, yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," tutup keterangan tersebut.(*)

Load More