/
Senin, 05 Desember 2022 | 09:58 WIB
Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru terpantau dari CCTV Pos Pantau PVBMG pukul 06.30 WIB, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022). (Dok. PVMBG)

SuaraSumedang.id - Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl), masih meluncurkan awan panas guguran dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 386 detik, pada Senin (5/12/2022).

Berdasarkan laporan tertulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Mukdas Sofian mengatakan, aktivitas Gunung Semeru pada periode pengamatan 5 Desember 2022 pukul 00.00-06.00 WIB mengalami satu kali guguran awan panas dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 386 detik.

"Hasil pengamatan kegempaan hari ini selama enam jam, Gunung Semeru juga mengalami 29 kali letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-22 mm dengan lama gempa 65-120 detik," katanya, seperti dikutip dari ANTARA.

Aktivitas Gunung Semeru pun terekam enam kali gempa guguran dengan amplitudo 1-8 mm dan lama gempa 50-140 detik, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik jauh.

"Pengamatan visual, Gunung Semeru terlihat jelas, teramati asap kawah puting dengan intensitas tipis hingga sedang yang tingginya mencapai 500 meter dari puncak, kemudian angin lemah ke arah barat daya," ujarnya.

Rekomendasi Zona Aman

Erupsi Gunung Semeru (sumber: ANTARA FOTO/Eri/sen/YU)

Sejak status Gunung Semeru mengalami kenaikan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas), 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

Sehingga Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi agar masyarakat mematuhinya.

Ia menjelaskan, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Baca Juga: Misi Erick Thohir Bawa Indonesia Jadi Bangsa Pemenang via Satria Muda

Masyarakat pun diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Kemudian, mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar sepanjang aliran sungai/lembah, yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.(*)

Sumber:ANTARA

Load More