SUARA SUMEDANG - Kasus Ferdy Sambo yang melakukan perenggutan nyawa terencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sampai saat ini kerap disoroti.
Bukti-bukti mengenai kasus perenggutan nyawa terencana yang dilakukan Ferdy Sambo terungkap melalui proses sidang yang cukup panjang.
Tidak hanya itu, hukuman atas tindakan Ferdy Sambo soal kasus tersebut belum mencapai akhir keputusan.
Banyak yang menyebutkan bahwa hukuman Ferdy Sambo berupa vonis eksekusi yang setimpal dengan perbuatannya tersebut.
Namun baru-baru ini beredar juga kabar yang menyebutkan eksekusi tersebut rencananya akan dilakukan di Nusakambangan oleh regu penembak jitu.
Seperti yang dikutip sumedang.suara.id dari kanal YouTube Akurasi Tv pada Kamis, (6/4/2023) satu diantara kabar hukuman Ferdy Sambo tersebut diunggah dengan judul "MIRIS! KONDISI TERAKHIR SAMBO USAI DIEKSEKUSI DI LEMBAH NIRBAYA NUSAKAMBANGAN,"
Unggahan tersebut diawali dengan narasi yang mengklaim kondisi terakhir Ferdy Sambo usai dieksekusi oleh regu tembak di Nusakambangan. "Tersungkur, kondisi jenazah Ferdy Sambo usai regu tembak melakukan tugasnya, begini faktanya," ungkap narator dalam video tersebut.
Dalam video tersebut juga terlihat sejumlah regu penembak jitu yang diklaim sudah dipersiapkan untuk eksekusi Ferdy Sambo di Nusakambang beberapa pekan yang akan datang, Benarkah?
Setelah ditelusuri, video berdurasi 2:47 menit ini telah ditonton sebanyak 416 ribu kali dengan komentar 1,3 ribu. Kendatipun begitu, terdapat ketidaksesuaian antara judul dengan isi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Bikin Takjub, Ibu Ida Dayak Dapat Sembuhkan Penyakit Mematikan Ini, Benarkah?
Dalam tayangan video tersebut hanya menampilkan dokumentasi Ferdy Sambo bersama Istri dan Brigadir J.
Narator dalam video tersebut juga hanya mengulas kasus Ferdy Sambo terhadap Brigadir J.
Adapun regu tembak yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan dokumentasi eksekusi yang dilaksanakan pada 17 Januari 2015 lalu.
Dalam sumber lain disebutkan bahwa terdapat enam regu tembak jitu yang disiapkan untuk eksekusi enam pidana kasus barang terlarang di Nusakambangan dan Boyolali.
Berdasarkan penelusuran tersebut, tidak pula terdapat dokumentasi kondisi terakhir Ferdy Sambo usai dieksekusi sebagaimana yang tertulis dalam judul.
Oleh karena itu, kabar ini dapat dikategorikan sebagai berita palsu alias hoax.(*)
Sumber: Akurasi Tv
Berita Terkait
-
CEK FAKTA : Tak Tahan, Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati Lampiaskan Nafsu di Sel, Eh Malah Terciduk Petugas, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Ferdy Sambo Tidak Dipenjara, Ketahuan Enak-Enak di Hotel Bareng Perempuan?
-
CEK FAKTA : Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Nekat Lampiaskan Hasrat di Dalam Sel ?
-
Sepak Terjang Paris Manalu, Jaksa yang Tuntut Mati Teddy Minahasa
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
BRI Mulai Buyback Fluktuatif 12 Juni 2026, Nilainya Capai Rp500 Miliar
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
BRI Nilai Saham BBRI Masih Undervalued, Buyback Rp500 Miliar Diluncurkan
-
BRI Jalankan Buyback Saham, CAR Tetap Kuat di Level 22,86%
-
Adhyaksa FC Jajaki Stadion Tuah Pahoe sebagai Kandang untuk Super League 2026/2027
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
Rahasia Billy Davidson Menjaga Work-Life Balance di Tengah Jadwal Syuting yang Padat
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati
-
Demam Piala Dunia Dimulai: Dari Stadion ke Kebahagiaan Hidup yang Bermakna