SUARA SUMEDANG - Cek fakta sebuah video yang mengklaim adanya pelaporan ke pihak kepolisian yang dilakukan oleh Inara Rusli terhadap orang yang membencinya atau seorang haters.
Kabar itu seperti tampak dalam unggahan yang dibagikan akun YouTube Heboh Artis dengan narasi yang dibangun, yaitu Inara Rusli melaporkan haters atau seorang pembencinya.
Pada sampul yang digunakan, terdapat foto Inara Rusli dan seorang pria berbaju tahanan dan menggunakan masker atau penutup wajah yang terlihat tertunduk.
Selain itu terdapat tanda panah dari foto Inara Rusli ke arah pria tersebut yang kemudian diberi lingkaran berwarna merah.
Kemudian terdapat klaim dalam bentuk teks bertuliskan 'NGERI! INARA RUSLI BIKIN GEGER JAGAT MAYA. INARA LAPORKAN HATERS MERESAHKAN'.
Lantas benarkah kabar Inara Rusli laporkan haters ke polisi itu? Simak cek fakta di bawah ini.
Terhadap klaim unggahan akun YouTube Heboh Artis itu, setelah dilakukan penelusuran hingga artikel ini dibuat, tak ditemukan fakta Inara Rusli lapor polisi terkait haters.
Isi video berdurasi 2 menit 8 detik itu juga tak memberikan informasi faktual soal adanya pelaporan seorang haters oleh Inara Rusli.
Narator dalam video membahas seputar keputusan Inara Rusli melepas cadar, termasuk soal jawabannya terhadap netizen atau haters yang nyinyir soal keputusannya lepas cadar.
Baca Juga: Cek Fakta: Sepatu Arya Saloka Ada di Rumah Amanda Manopo, Kebaikan Pemeran Andin Diungkap Temannya?
Seperti diketahui informasi yang disajikan dalam video tersebut yaitu respons Inara yang santai terhadap tanggapan netizen yang tidak suka terhadap dirinya usai melepas cadar.
Sebab Inara sendiri mengaku lebih penting untuk membesarkan anaknya, termasuk fokus mencari nafkah secara mandiri untuk ketiga anaknya.
Cek Fakta
Berdasarkan sejumlah keterangan di atas, dapat diketahui baik judul dengan isi video tak memiliki kaitan. Isi video tak menerangkan pelaporan yang dilakukan Inara Rusli terhadap haters.
Sebab itu kabar Inara laporkan haters ke polisi seperti tampak dalam unggahan akun YouTube tersebut dapat dikatakan sebagai konten berita bohong atau hoaks.(*)
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Hari Ini Launcing Film Terbarunya, Arya Saloka dan Amanda Manopo Kompak Pakai Baju Senada, Benarkah?
-
Ditanya Alasan Kenapa Dulu Kepincut Virgoun, Inara Rusli: Tipe Cowok Ideal yang selama Ini...
-
CEK FAKTA: Kualitas Lesti Kejora Diakui Semua Artis Papan Atas hingga Rencakan Ini ke Depannya, Depe Auto Kena Mental
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Malaysia Masters 2026: Lolos Babak Utama, Kadek Dhinda Tantang Jagoan Thailand
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
Teks Pidato Resmi Menteri Komunikasi dan Digital untuk Upacara Harkitnas 2026
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia
-
Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio
-
7 Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama di Alfamart yang Wanginya Nagih
-
Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM
-
Jelang Laga Krusial Manchester City, Mikel Arteta Mendadak Jadi Suporter Bournemouth
-
Kenapa Orang Rela Antre demi AP x Swatch? Fenomena FOMO dan Budaya Luxury