SUARA SUMEDANG - Direktur Persebaya, Candra Wahyudi mengungkapkan ketidaksepakatannya terkait sanksi yang diberikan kepada Persebaya.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI memutuskan memberi sanksi kepada Persebaya usai lakoni pertandingan melawan PSIS Semarang.
Menurut rilisan dari PSSI, tim Bajul Ijo terindikasi melanggar karena adanya suporter hadir pada laga tandang (away). Dan, dijatuhi hukuman membayar denda sebesar Rp25 juta.
Adanya hal tersebut, Candra memberikan surat terbuka yang diunggah di laman Persebaya.
Ia menyebutkan dimana akal sehat Komdis PSSI dengan memberikan hukuman secara sepihak.
Dalam tulisan yang dipublikasikan tersebut, ia mengatakan jika sudah beberapa musim komdis bersidang tanpa ada pemanggilan atau mendengarkan keterangan saksi serta tidak adanya kesempatan membela diri.
Bahkan lebih lanjut, tanpa adanya upaya banding yang mana fungsi banding tersebut dipertanyakan oleh Direktur Persebaya itu.
“Komdis bersidang layaknya pengadilan sesat, tidak ada pemanggilan “terdakwa”, mendengarkan keterangan “saksi” atau memberikan kesempatan membela diri,” tulis Candra.
Candra menuturkan jika klub yang ada di Liga 1, bukan tanpa upaya untuk menghimbau pendukungnya tidak datang saat laga tandang dengan menggelar acara-acara nobar.
Namun kata Candra, hal tersebut tidak menggaransi akan adanya suporter yang tetap menonton pada laga tandang.
Ia juga mengatakan suporter Persebaya, Bonek yang hadir di Stadion Manahan (Solo) dan Stadion Jatidiri (Semarang).
Menurutnya, dua laga tersebut berjalan dengan baik, tidak ada kerusuhan antar suporter. Kedua kubu saling menyemangati tim kesayangan dengan sportif.
Candra menyebut jika Bonek tahu diri, ketika merayakan kemenangan saat melawan Persis dan Bonek berbesar hati ketika mendapatkan kekalahan dari PSIS.
“Bagi sejumlah klub, kedatangan suporter tamu adalah berkah. Klub dengan fan base yang besar adalah tamu yang ditunggu-tunggu,” kata Candra.
“Bonek, Viking dan Jakmania, misalnya adalah penghasil cuan ketiak mendukung tim pujaannya bertandng ke kandang lawan,” sambungnya.
Tag
Berita Terkait
-
Egy Maulana Cetak Gol Kontra Persik Kediri, Dewa United Tempati Posisi Pucuk, Kini Yakin Balik ke Timnas Indonesia!
-
Kocar-kacir Lawan PSIS Semarang, Aji Santoso Tekankan Soal Ini Pada Anak Asuhnya, Jelang Persebaya vs Rans Nusantara
-
Aji Santoso Terus Motivasi Anak Asuhnya, Jelang Persebaya Surabaya vs Rans Nusantara FC, Takut Kena Mental?
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur
-
Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik
-
Update Arus Lebaran 2026: Kemacetan Mengular dari Cikaledong hingga Cagak Nagreg Malam Ini
-
Bukan Cuma Zoro! 8 Karakter Anime yang Pernah Dihidupkan Mackenyu Arata
-
Duduk Perkara Oknum Wartawan Peras Kepala Lapas Pekanbaru, Akhirnya Ditangkap
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?