SUARA SUMEDANG - Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengingatkan, penting untuk merekrut penyelenggara pemilu terbaik saat memilih anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di daerah. Oleh karena itu, seleksi harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Terkait dengan penundaan pengumuman dan pelantikan seleksi Bawaslu di 514 kabupaten dan kota, Doli menekankan agar semua tahapan seleksi tetap mengikuti peraturan dan jadwal yang telah ditetapkan.
Pemilihan anggota Bawaslu harus berdasarkan kualifikasi yang telah diatur dalam peraturan. Juga, pengumuman dan pelantikan harus tepat waktu untuk menjaga efektivitas pengawasan tahapan pemilu.
Doli mengatakan, keputusan harus diambil dengan cepat. Jika terlalu lama ditunda, Bawaslu di daerah tidak akan dapat bekerja secara maksimal.
"Cepat saja diputuskan, kalau diulur-ulur, maka Bawaslu di daerah tidak bisa bekerja maksimal,” kata Doli.
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Integritas Pemilu 2024, yang terdiri dari berbagai kelompok seperti Netfid Indonesia, DEEP, JPPR, KMHDI, dan PMII, mengkritisi pengambilalihan tugas dan wewenang Bawaslu provinsi yang tidak mengatasi masalah kepemimpinan yang kosong di Bawaslu kabupaten/kota.
Mereka mendesak Bawaslu RI untuk segera mengumumkan hasil seleksi guna memulihkan kepercayaan publik.
Menurut koalisi, kecurigaan masyarakat terhadap kemungkinan adanya intervensi politik dalam proses seleksi semakin meningkat.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya transparansi dan akuntabilitas dari Bawaslu dalam menjelaskan penundaan pengumuman seleksi kepada publik.
Neni Nur Hayati, Direktur Eksekutif DEEP, mengatakan, melihat bahwa apa yang sedang terjadi saat ini mencurigakan adanya agenda yang direncanakan dengan baik, sistematis, dan masif, dengan tujuan campur tangan kepentingan politik untuk kelompok tertentu.
"Kami memandang bahwa apa yang terjadi hari ini diduga ada agenda setting yang kuat, terstruktur, sistematis, dan masif dengan kekuatan intervensi kepentingan politik untuk kepentingan kelompok tertentu,” kata Direktur Eksekutif DEEP Neni Nur Hayati.
Di sisi lain, koalisi mendorong pemerintah dan DPR untuk mengevaluasi kinerja Bawaslu RI dalam melakukan seleksi anggota Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota secara komprehensif.
Selain itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) disarankan untuk melakukan audit keuangan negara terkait proses seleksi yang mengalami perubahan jadwal, karena dapat berpotensi merugikan keuangan negara. (*)
Berita Terkait
-
Reaksi Komisi II DPR Tahu Bawaslu 'Utak-atik' Formasi Sesuai Kepentingan, F-KPB Mengaku Belum Selesai
-
PDIP Gedor Bawaslu RI, Kinerja Timsel Merugikan, Ini Langkah Tegas Anak Buah Megawati untuk Rahmat Bagja
-
CATAT SEJARAH Bikin Bawaslu Kacau, Segini Harta Kekayaan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja
-
Bau Busuk Kepentingan Tercium Selama Proses Seleksi Bawaslu Kabupaten-Kota, Rahmat Bagja Segera Digarap DKPP dan Komisi II DPR
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Mahasiswa Desak Presiden Prabowo Copot Natalius Pigai dari Kursi Menteri
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga
-
Dirampok Rp3,5 Juta, Diikat lalu Dibakar Hidup-Hidup, Petani di OKU Selatan Tewas
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit
-
Kata-kata Salah Bikin Timnas Mesir Cetak Rekor Piala Dunia 2026
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%