Memberikan yang terbaik itu boleh, tetapi jika itu hanya pekerjaan rutin yang cukup untuk sebagian pekerjaan, jangan berlebihan. Apalagi jika gaji Anda pas-pasan, yaitu pas-pasan untuk hidup.
Salah - salah jika Anda terus mengacaukan pekerjaan, dari yang remeh temeh sampai yang paling utama, itu bisa membuat Anda stres dan memperpendek hidup Anda.
Jangan salah paham, ketika bos Anda meminta karyawan untuk loyal bukan berarti Anda harus mengambil setengah dari hidup Anda dan Anda terus-menerus memikirkan tugas sehari-hari yang dibutuhkan oleh atasan Anda. Terlebih jika Anda harus saling sikut dengan tim kerja di kantor.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Kelley School of Business di Indiana University baru-baru ini mengungkapkan fakta baru. Stres berkepanjangan dari situasi atau pikiran tentang pekerjaan dapat memperpendek hidup seseorang atau mempercepat kematian.
Sebuah penelitian yang berlangsung selama 7 tahun telah menemukan bahwa orang yang memiliki sedikit (atau tidak) kendali terhadap pekerjaan mereka bisa memotong harapan hidup alias mempercepat kematian dari seseorang.
Dua faktor dianggap sampai pada kesimpulan ini. Faktor pertama adalah tingkat tuntutan pekerjaan yang dihadapi peserta penelitian, seperti banyaknya pekerjaan, waktu kerja, dan konsentrasi yang dibutuhkan atau terlalu fokus.
Faktor kedua adalah kendali atas pekerjaan mereka. Misalnya, kontrol kerja adalah kebebasan untuk work flow atau jadwal kerja yang paling tepat, kebebasan untuk berpendapat dan kemampuan untuk membuat keputusan sendiri.
Bertujuan untuk mematok target naik tingkat boleh, apalagi untuk mengejar jabatan. Tapi tetap kalian harus rasional. Pertimbangkan semuanya dengan matang, agar kreativitas dan interaksi Anda dengan orang lain tidak kaku atau bermasalah.
Hidup tidak hanya tentang pekerjaan, Anda juga membutuhkan kegiatan lain seperti melakukan hobi yang Anda sukai atau bersosialisasi dengan teman atau keluarga Anda.
Baca Juga: Geruduk Kawasan Monas, Buruh Kembali Suarakan Penolakan Kenaikan Harga BBM
Dan, daripada terus-menerus memikirkan urusan pekerjaan, Anda harus mengasah keterampilan Anda untuk inovasi dan masa depan, ketika energi dan pemikiran Anda tidak lagi dibutuhkan oleh perusahaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini
-
Review Your Fault: London, Kisah Menarik tentang Ego Remaja dan Kedewasaan
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya
-
Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI
-
Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000
-
4 Sepatu Kanky yang Versatile, Pilihan Terbaik Buat Jalan Kaki Jauh hingga Daily Run
-
Kepala Toko Ikan Asin di Lampung Tengah Gondol Rp176 Juta di Brangkas, Berakhir di Penjara
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru