/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 18:40 WIB
Ilustrasi Salat Gaib (Suara.com)

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi sesuai laga Arema FC melawan Persebaya di Kanjuruhan pada Sabtu (01/10/2022) malam menyisakan banyak cerita pilu. Sejumlah pemain dan pelatih tim Persebaya mengikuti sholat gaib untuk mendoakan korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Sholat ghaib ini digelar ba’da dzuhur di Masjid Al-Akbar Surabaya pada Senin (03/10/2022). Humas Masjid Al-Akbar Surabaya, Helmy M. Noor mengungkapkan jika shalat ghaib ini digelar untuk mendoakan korban sambil menunggu hasil dari investasi pasca tragedi.

Helmy juga mengungkapkan bahwa tidak mencari siapa yang salah dan harus bertanggung jawab. menurutnya, mendoakan para korban yang sudah meninggal merupakan kewajiban. Ia juga berharap agar keluarga yang telah ditinggalkan tetap diberikan kekuatan dan korban meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Sholat gaib tersebut diikuti oleh 300 jamaah, termasuk pelatih dan beberapa pemain Persebaya. Pemain yang ikut dalam sholat ghaib ini antara lain Julian Mancini, Riswan Lauhin, Alta Balla, Januar Eka, Koko Araya, dan Dandi Maulana.

Sholat gaib yang diselenggarakan kedua kalinya tersebut dipimpin oleh KH Abdul Hamid Abdullah, Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Load More