Manchester City bertemu dengan Fulham pada lanjutan pertandingan ke-15 Liga Primer Inggris. Laga itu tersaji di Etihad Stadion pada Sabtu (5/11/2022). Erling Haaladn menjadi penentu kemenangan City berkat golnya melalui titik penalti.
Seusai laga, pemain 22 tahun asal Norwegia itu mengatakan bahwa apa yang barusan yang dialaminya adalah momen paling gugup yang pernah ia alami sepanjang hidupnya. Haaland menjadi eksekutor tendangan titik putih di City mendapat hadiah penalti pada menit ke-90+5.
"Saya gugup, itu adalah salah satu momen paling gugup dalam hidup saya," kata Haaland dikutip BBC Sport, Sabtu (5/11/2022).
"Penalti di menit terakhir? Tentu saja saya akan gugup. Tapi ini tentang melewati situasi dengan cara yang tepat dan saya melakukannya. Itu adalah perasaan yang fantastis untuk mencetak gol," imbuhnya.
Pada laga tersebut, Haaland tidak menjadi starter dan ia duduk di bangku cadangan. Haaland masuk menggantikan Julio Alvarez di babak kedua. Ia sebenarnya sempat mencetak namun sayang golnya dianulir wasit karena berada dalam posisi offside.
"Bagi saya, ini tentang datang dengan energi dan mencoba dan mendapatkan gol karena tiga poin ini sangat penting. Ini tentang mencoba mendapatkannya dan itulah yang kami lakukan," katanya.
Usai mencetak gol, Haaland merayakannya dengan cukup emosional, ia merayakan gol tersebut dengan membuka jerseynya sambil berlari ke arah penonton.
Sementara itu, coach Pep Guardiola mengatakan bahwa ia mengerti dengan alasan kenapa Haaland melakukan hal tersebut.
"Sudah lama sebelum dia bisa meletakkan bola dan mengambil penalti," jelas Guardiola. "Itu artinya kamu bisa banyak berpikir.
Baca Juga: Menyentuh, Ini Ungkapan Pique yang Bikin Para Cules Salut
"Erling juga menjalani dua atau tiga minggu tanpa latihan, Anda bisa kehilangan ritme dan tempo Anda. Jadi, penalti itu bukan penalti terbaik yang pernah saya lihat dalam hidup saya, tetapi saya akan mengatakan dia memukulnya dengan kuat," kata pelatih asal Spanyol itu.
“Kalau main lembek ke satu sisi, 50-50 [bisa diselamatkan atau tidak]. Kalau kuat 75-30 – ah, maaf 75-15. Matematika, saya bukan jenius!," ujarnya.
"Leno, saya mengenalnya dari Jerman dan dia adalah penghemat penalti yang luar biasa. Tetapi pada akhirnya, penyelesaiannya bagus. Sepertinya semuanya melawan kami hari ini tetapi pada akhirnya kami bisa menang," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?