/
Senin, 17 Juli 2023 | 13:01 WIB
Bak Cerita Film Laskar Pelangi, Sekolah Negeri di Ponorogo Tak Punya Siswa Baru: Tak Ada Peminat. (Twitter)

Masih ingat dengan film Laskar Pelangi yang populer pada 2008? Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata. Film ini mengisahkan perjuangan anak-anak di Pulau Belitung kejar cita-cita meski tak mendapat pendidikan memadai. 

Di adegan film berdurasi 125 menit tersebut, muncul scene saat  Ibu Muslimah yang diperankan Cut Mini gelisah di hari pertama penerimaan siswa baru

Di film itu diceritakan bahwa SD tempat ibu Muslimah mengajar terancam tutup lantaran kurang satu siswa lagi sebagai peserta didik baru. 

Dari film ini juga tergambar bagaimana kondisi bangunan SD yang sudah sangat tak layak. Kondisi kekurangan peserta didik baru untuk sekolah dasar ternyata tak hanya terjadi di film. 

Hal sama juga dialami sebuah sekolah negeri di Kecamatan Balong Ponorogo, Jawa Timur. SDN Jalen di tahun ini tidak memiliki siswa baru. 

Ya, di tahun ajaran 2023-2024 tidak memiliki siswa baru di kelas 1. Hal ini diungkap oleh kepala sekolah SDN Jalen, Dedy Adi seperti dikutip dari laporan BeritaJatim.com--jaringan Suara.com

Menurut Dedy, sekolahnya awalnya sempat mendapat dua siswa baru. Namun, dua siswa itu bisa lanjut bersekolah jika terdapat minimal lima peserta didik baru yang mendaftar. 

“Ternyata hanya 2 siswa itu, ya dengan berat hati saya suruh untuk mencari sekolah lain,” katanya.

Disampaikan Dedy, bahwa SDN Jalen memang dalam beberapa tahun terakhir kekurangan siswa baru. 

Baca Juga: PT Multisarana Intan Eduka Tbk Resmi IPO, Incar Pemasukan Rp45,9 Miliar

Saat ini, total siswa di SDN Jalen hanya 24 siswa. Dengan rincian, kelas 2 hanya 1 siswa, kelas 3 ada 3 siswa, kelas 4 ada 5 siswa. Kemudian kelas 5 ada 5 siswa dan kelas 6 sebanyak 10 siswa.

Pihak sekolah sudah berupaya untuk mencari siswa baru. Mulai dari mendatangi rumah calon siswanya. Bahkan guru di SDN Jalen sampai tawarakan seragam gratis dan tabungan untuk membeli buku senilai Rp 100 ribu. Bahkan, kata Dedy pihaknya juga menawarkan bantuan uang transportasi senilai Rp 150 ribu per bulan. 

Sayangnya hal ini belum membuat orang tua mendaftarkan anaknya ke SDN Jalen. 

Load More