Meskipun sebagai mantan penjajah Indonesia yaitu negara Belanda, ternyata masih memiliki beragam koleksi foto, video, dan peninggalan Indonesia pada zaman dulu yang tersimpan di beberapa museum di Belanda.
Tropenmuseum, Amsterdam
Tropenmuseum, Amsterdam
Didirikan pada tahun 1864, Tropenmuseum merupakan salah satu museum etnografi dan antropologi terbesar di Amsterdam. Museum ini menyimpan berbagai lukisan, wayang, alat musik, patung, senjata kuno, artefak tekstil, rempah-rempah hingga koleksi foto-foto dan video tentang Indonesia pada zaman kolonial Belanda. Tropenmuseum dipercaya sebagai museum yang paling banyak memiliki koleksi peninggalan dari Indonesia.
Museum Volkenkunde, Leiden
Museum Volkenkunde, Leiden
Museum Volkenkunde yang tak jauh dari Stasiun Leiden Centraal didirikan pada 1837 ini memamerkan berbagai koleksi benda-benda dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sejak tahun 1860, Museum Volkenkunde mulai mengumpulkan benda-benda yang berasal dari Indonesia yang didapatkan dengan berbagai cara, yaitu dari ekspedisi ilmiah, temuan arkeologi, rampasan perang, dan hibah dari pameran dunia. Patung arca dari kerajaan Singasari dan kerajaan nusantara lainnya, kain dan pakaian adat dari suku khas Indonesia, senjata daerah seperti keris dan badik adalah beberapa barang yang dikoleksi di museum ini.
Perpustakaan Leiden, Leiden
Perpustakaan yang telah berdiri sejak tahun 1587 ini memiliki manuskrip kuno Indonesia sebanyak sekitar 26 ribu, bahkan lebih banyak dari Perpustakaan Nasional Indonesia yang hanya memiliki sekitar 10ribu manuskrip. La Galigo dan Babad Diponegoro merupakan dua koleksi paling berharga yang dimiliki oleh perpustakan ini. Kedua buku tersebut masuk ke dalam daftar warisan UNESCO. Selain itu perpustakaan ini juga menyimpan ratusan surat Kartini beserta lukisan-lukisannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Review Marty Supreme, Film dengan 9 Nominasi Oscar yang Siap Tayang di Bioskop Indonesia
-
Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!
-
32 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Ramadan dan Imlek
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Jalan Perbatasan Lebak-Bogor Rusak Parah, Menko AHY: Saya Cek Langsung dan Dorong Perbaikan
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP: Bukti Nyata Transparansi di Bawah Kepemimpinan Rudy-Ade
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Gratis di Event Ramadan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berburu Takjil Hingga Produk Lokal, Festival Ramadan Hadir di Stadion Pakansari dan Tegar Beriman
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan