Pemain timnas Ghana, Osman Bukari menirukan gaya ‘Siuuuu’ selebrasi yang menjadi andalan Cristiano Ronaldo setelah ia berhasil mencetak gol ke gawang Portugal di menit ke-89 melalui sundulan kepalanya dan memperkecil kedudukan 3-2 pada laga perdana mereka di Grup H yang berlangsung di Stadium 974 pada Kamis (24/11/2022) malam WIB.
Melihat apa yang dilakukan pemain Ghana tersebut, Ronaldo nampaknya kurang suka Osman Bukari menirukan selebrasi andalannya tersebut. Kapten Portugal itu membuat penonton berteriak ‘Siuuuu’ saat dia merayakan gol penalti tepat di menit ke-65 sekaligus membuka kedudukan pada laga tersebut.
Pada saat Osman Bukari menirukan gaya selebrasinya itu, Ronaldo sudah ditarik keluar lapangan digantikan oleh Goncal Ramos di menit ke-88. Tepat satu menit kemudian, Osman Bukari berhasil mencetak gol dan ketika itu Ronaldo sudah berada di bangku cadangan.
Kamera kemudian menyorot ke mantan pemain Manchester United tersebut yang mengangkat tangannya ke udara karena frustasi. Dia kesal karena rekan setimnya tidak bisa menjaga pertahanan dengan baik sehingga Ghana hampir saja menyamakan kedudukan.
Namun, kekhawatiran Ronaldo itu akhirnya tidak menjadi kenyataan karena Portugal tetap memenangkan pertandingan dengan skor 3-2. Dengan hasil tersebut Portugal menjadi pemuncak klasemen Grup H, disusul Korea Selatan di posisi kedua yang bermain imbang melawan Uruguay pada laga sebelumnya.
Pada laga tersebut, Ronaldo juga mencetak rekor baru dengan menjadi pemain sepak bola satu-satunya dalam sejarah yang mampu mencetak gol dalam edisi lima Piala Dunia yakni pada tahun 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022.
Portugal dan Ghana sebelumnya juga pernah bertemu satu kali di fase grup Piala Dunia 2014. Ketika itu, Portugal mampu mengatasi perlawanan wakil Afrika tersebut dengan skor 2-1 dengan Ronaldo juga yang menjadi pencetak gol penentu kemenangan.
Portugal juga sukses memenangkan laga pembuka merea di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam percobaan keempat mereka. Kemenangan ini juga menandakan laga kelima mereka secara beruntun di mana Portugal tak terkalahkan melawan wakil dari Afrika di Piala Dunia.
Sementara bagi Ghana, kakalahan tersebut membuat mereka tidak pernah menang dalam lima laga terakhirnya di Piala Dunia, di mana tim black stars tersebut selalu menelan kekalahan di tiga dari empat laga pembuka mereka di Piala Dunia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Saksi Sebut Mantan Istri Andre Taulany Aniaya ART karena Telat Tutup Jendela
-
7 WNI Ditangkap Otoritas Arab Saudi, Diduga Kasus Haji Ilegal dan Pelanggaran Finansial
-
Palang Darurat Sudah Dipasang, KAI Ancam Tutup Perlintasan Bekasi Timur Jika Tak Dijaga
-
CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026
-
Dilaporkan, Penyebar Isu Mantan Istri Andre Taulany Aniaya ART Terancam 3 Tahun Penjara
-
Malaikat Maut Selalu Mengintai Kita, Tidak Pandang di Gerbong Sebelah Mana
-
Kemnaker dan Transjakarta Kerja Sama untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Sektor Transportasi
-
Sesumbar Mason Mount: Manchester United Siap Rajai Liga Inggris Musim Depan
-
QRIS wondr by BNI Bisa Dipakai di China, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah
-
Iran Tutup Selat Hormuz dan Siapkan Senjata Rahasia untuk Hadapi Blokade Amerika Serikat