TANTRUM - Pemerintah Jawa Barat kini tengah gencar menyosialisasikan tiga program kesehatan.
Diantaranya adalah sosialisasi Protokol Kesehatan (Prokes), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pembagian tablet tambah darah.
"Seiring pandemi COVID-19 yang angka penularannya terkendali, ditambah pemerintah pusat yang telah memberi kelonggaran terhadap pemakaian masker di luar ruangan, masyarakat diharapkan tidak terlena," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja ditulis Bandung, Selasa, 24 Mei 2022.
Setiawan mengatakan kewaspadaan harus tetap diperkuat supaya kestabilan tetap terjaga.
Setiawan menuturkan berdasarkan teori HL Blum disebutkan bahwa 40 persen masalah kesehatan adalah terkait dengan lingkungan.
"Sedangkan 30 persen dari perilaku, 20 persen terpengaruh dari sarana kesehatan, dan 10 persen faktor genetik atau keturunan," kata Setiawan.
Setiawan meminta seluruh kelompok masyarakat agar mewaspadai sejumlah masalah soal kesehatan.
Antara lain yang berpotensi terjadi pemaparan di Provinsi Jawa Barat adalah penyakit infeksi, dan penyakit emerging yang muncul dan menyerang suatu populasi.
"Penyakit re-emerging atau penyakit yang telah ada sebelumnya dan muncul kembali. Sehingga menyerang suatu populasi namun meningkat dengan sangat cepat," ucap Setiawan.
Setiawan menuturkan pemicu terjadinya re-emerging atau penyakit yang tadinya sudah tidak muncul kemudian muncul lagi yaitu fenomena perubahan iklim.
Setiawan mengaku langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan Jawa Barat roadshow protokol kesehatan menjadi penting ketika masyarakat mulai euforia terkait pelonggaran protokol kesehatan (prokes).
"Justru tentang kewaspadaan harus lebih diingatkan kembali," ungkap Setiawan.
Penyakit lain juga yang belum sepenuhnya teratasi ucap Setiawan, semisal COVID-19 tetap perlu diwaspadai.
Meski sekarang ini pemerintah sudah memperbolehkan di luar ruangan diperbolehkan lepas masker.
"COVID-19 belum benar- benar mereda, saat ini pun muncul penyakit lain. Seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi. Ditambah isu munculnya virus lain seperti Virus Hendra," jelas Setiawan.
Tag
Berita Terkait
-
H-2 Lebaran, Arus Kendaraan di Tol Cipali Terus Meningkat
-
Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini
-
Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi
-
Menuju Indonesia Bebas Sampah Plastik: Inovasi Kemasan dan Edukasi Jadi Kunci
-
Didominasi Motor, Arus Mudik di Kalimalang Padat Merayap
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Terpopuler: 5 HP Murah Kamera Ciamik untuk Foto-Foto Lebaran, Cara Pantau CCTV dari HP
-
Waketum MUI Cholil Nafis Imbau Umat Islam Hormati Nyepi, Takbir Tak Pakai Pengeras Berlebihan
-
Jordi Amat Soroti Kualitas JIS, Lebih Betah Bermarkas di SUGBK?
-
Momen Tawa Sheila Dara Bersama Keluarga dan Sahabat Jadi Sorotan
-
H-2 Lebaran, Arus Kendaraan di Tol Cipali Terus Meningkat
-
Cara Meminta Maaf saat Lebaran Bahasa Jawa yang Paling Halus dan Menyentuh
-
Lebaran Jalur Bugis: Lupakan Nastar, Mari Berenang di Lautan Gula Merah Bolu Peca
-
Ramadan Lebih Nyaman dengan Akses Air Minum Bersih dan Halal di Ruang Publik
-
35 Link Twibbon Ramadan 2026 Gratis Download dan Langsung Pakai
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia