TANTRUM - Program inkubasi Startup Studio Indonesia (SSI) yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, berharap pelatihan pada tahun ini bisa berkontribusi dalam mencetak 150 startup digital.
Para pengusaha rintisan ini, diharapkan mampu mengembangkan skala bisnisnya, dari segi jumlah pengguna, jumlah pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan pendanaan dari Venture Capital pada tahun 2024 mendatang.
Dalam proses membesarkan startup, salah satu tahap paling krusial adalah mencapai Product Market Fit (PMF) atau produk yang semakin cocok dengan kebutuhan pasar dan retensi pengguna.
Berikut tips untuk mencapai PMF dari dua coach veteran startup Indonesia Dimas Harry, Co-founder dan CEO Dekoruma, dan Arip Tirta, Co-Founder dan President Evermos.
1. Jangan Bergantung Pada Marketing dan Subsidi, artinya, harus ada kalkulasi yang lebih mendalam terkait struktur biaya tetap (fixed cost) dan tidak tetap (variable cost agar bisa realistis dan membuat model bisnis lebih berkelanjutan, sehingga tidak boleh terlalu bergantung pada subsidi atau diskon saja.
2. Gunakan Berbagai Kanal Buat Jangkau Pengguna, artinya iklan media sosial bukan menjadi salah satu solusi, walaupun mendapatkan hasil yang tinggi di periode awal. Tetapi, mengeksplorasi kanal pemasaran yang lain, termasuk yang non digital. Apalagi, biaya pemasaran meningkat tajam seiring dengan tujuan perusahaan untuk memperluas basis jangkauan.
3. Cari peluang Kolaborasi, Artinya, harus memahami kebutuhan dari user, untuk memasarkan model bisnis startup kepada target audiens dengan cara tepat. Misalnya, seperti menggunakan rantai pasok utama Indonesia, yakni Pasar Tanah Abang, dan bekerja sama dengan manajemen pasar agar dapat memasukkan brand-brand terkait ke platform.
4. Fokus Edukasi Buat Peningkatan Loyalitas, artinya, pencapaian Product Market Fit merupakan proses yang panjang, apalagi jika target pasarnya merupakan individu yang kebanyakan belum pernah memiliki bisnis. Misalnya, alih-alih berfokus pada target transaksi dan insentif, edukasi komprehensif di awal menjadi sangat penting agar orang terus aktif bertransaksi.
Tag
Berita Terkait
-
OJK Optimistis Kredit UMKM 2026 Tumbuh 9 Persen, Ini Pendorongnya
-
Bank Jago Sulap Tirai Warteg Ramadan Jadi Lahan Cuan UMKM
-
Rahasia Sukses Ibu Rumah Tangga & Anak Muda: Omzet Melejit Berkat Kolaborasi Shopee & Kemenekraf
-
Duet TikTok-Tokopedia Ubah Peta Tren Perdagangan Online di RI
-
Menuju Indonesia Digital, Akses Internet Cepat Menjadi Fondasi Utama
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Kabar Gembira Bagi Pemudik Sumatera! Pasokan BBM di Jalur Banten Dijamin Aman dan Terkendali
-
Gegara Kerja Sama Dagang RI-AS, Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Presiden Prabowo ke PTUN
-
Nyepi dan Idulfitri 2026 Berdekatan, Polri Gelar Operasi Ketupat dan Pengamanan Khusus di Bali
-
Mantan Penasihat Keamanan Amerika: Trump Bisa Jadikan Netanyahu Kambing Hitam
-
Ekonomi Suram, Pesaing Utama Toyota PHK 50 Ribu Buruh
-
Siap Cantik Saat Lebaran: 5 Lipstik Transferproof Tahan Minyak dan Keringat
-
Polri Targetkan Bhabinkamtibmas Jadi Super Polisi yang Serba Bisa Penolong Masyarakat
-
Jemaah Umrah Kabur, Ogah Pulang ke Indonesia karena Terlilit Utang
-
Cara Pakai Google Maps Offline, Tetap Bisa Navigasi saat Mudik Tanpa Internet
-
Skor IQ Reza Arap 85, Benarkah Major Depression Disorder Bisa Menurunkan Skor IQ?