Bri / News
Jum'at, 24 April 2026 | 19:39 WIB
(Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia memproyeksikan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar tujuh hingga sembilan persen sepanjang tahun 2026.
  • Direktur Finance & Strategy Achmad Royadi menegaskan fokus ekspansi tetap mengedepankan pemberdayaan UMKM dengan prinsip kehati-hatian.
  • BRI menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun setelah mencatatkan laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang impresif.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memantapkan langkah strategisnya untuk mengarungi tahun 2026 dengan optimisme tinggi.

BRI memproyeksikan pertumbuhan penyaluran kredit berada di kisaran 7 hingga 9 persen secara tahunan (yoy). Target ambisius ini didasarkan pada kondisi fundamental keuangan perusahaan yang dinilai sangat sehat, baik dari sisi likuiditas maupun permodalan.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, mengungkapkan bahwa arah kebijakan ekspansi tahun ini tetap akan dipusatkan pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama bisnis perseroan.

“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” tegas Achmad dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Salah satu bukti kuatnya performa BRI adalah keberhasilan dalam memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham tanpa mengabaikan aspek pertumbuhan jangka panjang.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, BRI resmi menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total fantastis mencapai Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per lembar saham.

Jumlah tersebut mencakup dividen interim sebesar Rp20,6 triliun yang telah dikucurkan kepada investor pada Januari lalu. Achmad menjelaskan bahwa pembagian laba ini merupakan buah dari raihan laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang menembus Rp57,132 triliun.

Strategi ini mencerminkan kemampuan manajemen dalam menjaga harmoni antara hak pemegang saham dan ketersediaan modal untuk ekspansi bisnis.

Hingga tutup tahun 2025, kesehatan neraca BRI tercermin dari beberapa indikator kunci yang berada jauh di atas ketentuan regulator:

Baca Juga: Persib Bandung Resmi Layangkan Surat Protes Usai Laga Kontra Dewa United, Ini Isinya

  • Ekuitas: Tercatat sebesar Rp330,9 triliun, tumbuh 2,4% secara tahunan, didorong oleh perolehan laba bersih yang konsisten.
  • Permodalan (CAR): Rasio kecukupan modal konsolidasi berada pada level 26,63%, memberikan fleksibilitas tinggi bagi bank untuk tetap ekspansif secara terukur.
  • Likuiditas: Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 136,9% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di angka 117,7%, memastikan struktur pendanaan tetap stabil menghadapi dinamika pasar.

Kombinasi dari rasio-rasio tersebut menunjukkan bahwa BRI tidak hanya siap untuk tumbuh, tetapi juga memiliki bantalan yang kuat terhadap potensi risiko di masa depan.

Load More