TANTRUM - Dalam laporan State-of-the-Industry dari Bybit dan Nansen disebutkan, untuk bulan Mei bahwa tidak mungkin akan ada “pemulihan jangka pendek yang cepat” di pasar kripto dilihat dari persentase stablecoin yang dipegang oleh wallet (dompet digital), yang katanya naik pada bulan April dan Mei setelah jatuh pada bulan Maret.
“… persentase stablecoin yang dipegang oleh dompet sebenarnya naik sehubungan dengan persentase kepemilikan yang menurun pada bulan Maret,” kata laporan itu, kata penulis cryptocurrency di Cryptonews.com, Fredrik Vold, Selasa (24/5/2022).
Laporan tersebut juga menambahkan bahwa penurunan pada bulan Maret adalah “prekursor untuk rebound yang kuat di pasar crypto yang lebih luas.”
Laporan mengatakan bahwa mereka telah melihat lonjakan aktivitas di jaringan Bitcoin sejak Maret. Lonjakan itu mungkin disebabkan oleh lebih banyak perusahaan teknologi besar yang mengeksplorasi Bitcoin Lightning Network. Laporan itu berspekulasi, bahwa peningkatan serupa dalam aktivitas jaringan juga terlihat di Polygon (MATIC) dan Solana.
Fredrik Vold mencatat aliran dana kripto berubah negatif minggu lalu, setelah arus masuk yang kuat minggu sebelumnya dan membawa total aset yang dikelola ke level terendah sejak Juli 2021.
“Selain itu, baik sinyal on-chain dan pasar derivatif crypto melukiskan gambaran suram untuk waktu dekat,” tulisnya.
Menurut data dari investasi crypto dan firma riset CoinShares, dana investasi yang didukung crypto kehilangan total modal USD 141 juta minggu lalu, penurunan tajam dari USD 274 juta yang ditambahkan minggu sebelumnya.
Arus keluar minggu lalu terutama berasal dari dana yang didukung oleh Bitcoin (BTC), yang melihat arus keluar mendekati USD 154 juta. Untuk dana aset tunggal lainnya, perubahan kecil selama seminggu, dengan dana Ethereum (ETH) kehilangan USD 0,3 juta, dan dana Solana (SOL) bertambah USD 0,5 juta.
Menjelaskan pergerakan di pasar, analis di Genesis Global Trading mengatakan dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Bloomberg bahwa BTC kemungkinan akan tetap dalam kisaran saat ini antara USD 29.000 dan USD 31.000 “untuk beberapa minggu ke depan.”
Namun, analis lain mengatakan lebih banyak volatilitas penurunan diharapkan membuat pasar terdongkrak.
“Jika S&P (saham) turun lagi, itu akan menciptakan satu flush terakhir dan peluang pembelian yang bagus untuk Bitcoin. Ada banyak penurunan, dan kita harus mendekati saat ketika Anda benar-benar ingin membelinya dalam beberapa bulan ke depan,” kata ahli strategi teknis Fundstrat Global Advisors Mark Newton, dikutip dalam laporan yang sama.
Firma analitik crypto Glassnode menulis dalam buletin mingguannya pada hari Senin bahwa BTC kini telah diperdagangkan lebih rendah selama delapan minggu berturut-turut, menjadikannya “rangkaian lilin merah (penurunan) mingguan berkelanjutan terpanjang dalam sejarah.”
Ia menambahkan bahwa sinyal dari turunan harga crypto, termasuk volatilitas tersirat BTC, menunjukkan masih ada ketakutan akan penurunan lebih lanjut untuk “tiga hingga enam bulan ke depan.”
Selain itu, sinyal on-chain juga terlihat lebih lemah dengan permintaan yang lebih rendah untuk blockspace di jaringan Bitcoin dan Ethereum.
Mengingat faktor-faktor ini, “sisi permintaan kemungkinan akan terus mengalami hambatan,” Glassnode menyimpulkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil