Kegiatan itu dapat berupa ajakan bermain aktif, tidak sepeti saat mengajak mereka menonton yang termasuk kategori kegiatan pasif.
Dapat juga dengan mengajak anak mengobrol juga mengalihkannya dari menghisap jempol, bonusnya adalah meningkatnya kemampuan verbal dan kedekatan dengan anak.
Segera ingatkan dan hentikan ketika kita melihat anak menghisap jempol. Gunakan kata yang singkat misalnya 'jempol' atau 'ups!'.
"Berikan ekspresi netral dan hindari menunjukkan ekspresi marah atau kesal, apalagi sambil berteriak," tegas Nuri.
Tindakan mengingatkan anak agar tidak menghisap jempolnya dapat dilakukan secara bertahap. Terpenting terdapat peningkatan dari waktu ke waktu.
Kuncinya adalah konsistensi orang tua saat mendampingi, jangan lelah untuk mengingatkan anak dan hindari pembiaran meskipun hanya satu kali.
Berikan kalimat-kalimat penguat dan minta anak untuk terus mengulangi.
"Misalnya yang dimasukkan ke mulut hanya makanan, dan jempol bukan makanan. Atau jempol untuk diacungkan saat kita bilang sip. Bisa juga dengan kalimat aku sudah besar dan tidak menghisap jempol lagi. Dapat pula dicoba dilakukan di depan cermin untuk membantu menanamkan kalimat-kalimat itu ke dalam diri anak," lanjut Nuri.
Bila anak menghisap jempolnya setiap merasa cemas, takut atau sedih, oran tua dapat mengenalkan cara-cara lain untuk meredakan emosi negatifnya tersebut.
Misalnya dengan menceritakan apa yang anak rasakan, menarik nafas panjang, menangis hingga dia merasa lega, mencari solusi dan sebagainya.
Orang tua juga dapat memberikan pelukan, menjadi pendengar yang baik, mengalihkan ke hal lain yang menyenangkan dan seterusnya.
Tunjukkan bahwa orang tua mengerti apa yang anak rasakan. Namun orang tua harus percaya bahwa anak bisa menghentikan kebiasaan ini.
"Memberikan reward atas upayanya juga tidak dilarang, selama reward itu menjadi bonus bukan tujuan utama. Bisa dalam bentuk apresiasi, ungkapan kebanggaan, atau benda dan kegiatan yang ia sukai," ungkap Nuri.
Orang tua disarankan dalam mengingatkan anak agar tidak menghisap jempol melakukan tidakan kekerasan, semisal memukul atau menyentil.
Meski ampuh, tetapi cara itu bisa menimbulkan trauma pada anak.
Selain untuk membantu mengurangi kebiasaan menghisap jempol, strategi serupa dapat pula dilakukan untuk kebiasaan menggigiti kuku (nail biting).
Perbedaannya, jika menghisap jempol terjadi secara alami, maka menggigiti kuku muncul lebih karena kecemasan, melihat kuku kurang rapi atau meniru dari orang lain.
"Karena itu kita dapat mengajarkan teknik-teknik relaksasi pada anak dan menjaga kuku anak tetap rapi dan bersih," kata Nuri.
Tag
Berita Terkait
-
Bayi Terapung yang Menjadi Wali: Menyelami Kisah Sunan Giri Lewat Saga dari Samudra
-
3 Parfum Aroma Powdery Lembut ala Bayi yang Tahan Lama dari Brand Lokal
-
Derita Bayi di Gaza Sudah Terancam Hidup Prematur Sebelum Lahir di Dunia, Bagaimana Bisa?
-
Kesadaran Pasangan Muda soal Bayi Tabung Meningkat, Morula IVF Perkuat Layanan Berstandar Global
-
Terlanjur Sayang, Pasutri Singapura Baru Sadar Anak Angkatnya Diduga Korban Perdagangan Bayi dari RI
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda