TANTRUM - Bayi kembar siam dempet dada dan perut berusia 11 bulan asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Menurut Ketua Tim Dokter RSHS Penanganan Bayi Kembar Siam Dikki Drajat Kusmayadi, organ vital yang menjadi perhatian saat operasi pemisahan yang diperkirakan memakan sembilan jam itu adalah bagian liver.
"Kita menemukan fusi atau dempet persatuan organ yang dianggap agak sulit adalah liver. Livernya menyatu di tengah - tengah diantara pembuluh darah yang saling bersambungan. Itu yang akan kita pisahkan," ujar Dikki, Bandung, Rabu, 25 Mei 2022.
Dikki mengatakan level kesulitan pemisahan organ vital saat operasi adalah bagian luar tubuh yaitu dada, tulang dada bagian depan, dinding dada dan perut.
Dikki menerangkan dalam pelaksanaan operasi pemisahan bayi kembar siam dempet dada dan perut ini melibatkan tenaga medis lintas disiplin.
"Ada spesialis anestesi bedah, dokter bedah anak, bedah thorax (dada) kemudian bedah plastik. Tetapi tenaga medis penunjang juga banyak dari dokter spesialis anak, radiologi, fisioterapi, patologi klinik dan tim edukasi untuk orang tuanya," kata Dikki.
Dikki menuturkan edukasi untuk orang tua bayi kembar siam dempet dada dan perut dilakukan guna stabilitas kejiwaannya.
Rencana operasi pemisahan bayi kembar dempet dada dan perut asal Kabupaten Sukabumi ini awalnya akan dilakukan pada 20 April 2022.
"Rencananya betul, namun diundur minggu depan (27/04/2022) untuk mengoptimalkan keadaan bayi," terang Plh. Direktur Utama RSHS Yana Akhmad via telepon.
Yana mengaku bahwa mundurnya tindakan operasi pemisahan itu tidak terkendala secara teknis.
Hanya saja kondisi medis pasien pada 20 April 2022 masih berusia 9 bulan itu, kondisi kesehatannya belum cukup ideal.
Tag
Berita Terkait
-
Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
-
Gandeng Hengky Kurniawan, Run Like a Pro di Bandung Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Muratara, Begini Kronologi hingga Satu Korban Hilang
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Kemunculan Harimau Bikin Panik, Sekolah di Pulau Burung Inhil Diliburkan
-
4 Zodiak Beruntung yang Diprediksi Hidup Tenang dan Bahagia Mulai 28 Juli 2026
-
Ramadhipa Jaga Asa Juara Moto3 Junior Walau Terhambat Kesalahan Start di Prancis
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Kolaborasi Lintas Negara, AI Mulai Digunakan untuk Atasi Kesenjangan Komunikasi