TANTRUM - Pendiri dan CEO Terraform Labs, Do Kwon, berusaha membangkitkan ekosistemnya dengan meluncurkan kembali rantai baru Terra bernama Terra 2.0. Tujuannya tidak lain untuk menghidupkan kembali LUNA dan TerraUSD (UST) yang telah jatuh amat dalam.
Do Kwon mengatakan, rencana kebangkitan Terra melibatkan hard forking pada blockchain yang ada dan menerbitkan kembali token LUNA kepada investor.
“Mainnet Pheonix-1 sekarang aktif dan memproduksi blok - layanan simpul publik, dompet, dan penjelajah akan segera ditayangkan,” cuit Do Kwon di akun Twitternya, dikutip dari Cointelegraph, Minggu (29/5/2022).
Dijuluki Phoenix-1, mainnet Terra 2.0 ditayangkan Sabtu 28 Mei 2022, sesuai dengan timeline asli yang ditetapkan oleh pengembang Terra dan mulai memproduksi blok.
Do Kwon juga menginformasikan bahwa layanan simpul publik, dompet, dan penjelajah akan mengikuti mainnet untuk ditayangkan segera setelahnya.
Mengikuti rencana dari proposal awal, yang merekomendasikan penerbitan token LUNA baru kepada investor yang ada, Kown menyatakan bahwa pengguna sekarang seharusnya dapat melihat saldo token LUNA yang baru diterbitkan:
“Untuk melihat saldo token $LUNA Anda (atau $LUNA2 seperti yang disebut beberapa bursa), Anda hanya perlu masuk ke stasiun dan menyegarkan halaman.”
Selain itu, investor yang bermigrasi melalui protokol komunikasi antarblockchain (IBC) diharuskan membuat dompet stasiun dengan buku besar yang sama dan mengikuti instruksi yang diberikan saat membuat dompet.
Do Kown juga membagikan tautan portal resmi di mana pengguna dapat melihat saldo dompet Terra mereka.
Menurut rencana, pengguna yang sebelumnya memegang Terra Luna Classic (LUNC), TerraUSD Classic (USTC) dan Anchor Protocol UST (aUST) memenuhi syarat untuk menerima token baru.
Pengembangan yang dilakukan Terra mendapat bantuan dari ekosistem crypto lainnya, antara lain, BNB Chain (BNB) Binance. BNB berkomitmen untuk menyediakan investasi dan dukungan untuk proyek-proyek yang sedang mempertimbangkan untuk bermigrasi dari ekosistem Terra.
Gwendolyn Regina, direktur investasi BNB Chain mengkonfirmasi niat perusahaan untuk bergabung membangun ekosistem Terra:
“Ekosistem Terra memiliki banyak kreator dan pengembang berbakat, dan dukungan kami ditujukan untuk membantu para pembuat dan tim tersebut, membangun proyek baru di Rantai BNB,” kata Gwendolyn Regina, kepada Cointelegraph.
Namun meski telah melakukan pengembangan Terra 2.0, harga Luna yang kini menjadi Luna Classic di coinmarketcap, Minggu (29/5), belum menunjukkan perubahan signifikan yakni $0.00008987 atau Rp 1,30 per kepingnya. Padahal dua bulan lalu sebelum kejatuhan, harga Luna di kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta.
Berita Terkait
-
Dari Rp34 Miliar Tinggal Rp15,3 Miliar, Trader Ini Jadi Korban Jumat Berdarah Kripto
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Machika Luna Rilis Lagu Debut, Kupu Lucuku Suguhkan Kisah Manis Cinta Pertama
-
Catcrs Update Keamanan Transaksi Kripto Besar-besaran, Ini yang Wajib Diketahui Pengguna
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
28 Tahun Reformasi, Massa Aksi Kamisan Tuntut Penuntasan Pelanggaran HAM
-
Mendagri: Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 T untuk Penanganan Pascabencana Sumatera
-
Satu Pekan Hilang, Ibu Rumah Tangga di Serang Ditemukan Tewas Penuh Luka Memar
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Disiksa Pakai Taser dan Peluru Karet, 9 WNI Ceritakan Horor di Penjara Israel
-
Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float
-
Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif
-
Bukan Sekadar Kamera Saku, Insta360 GO 3S Retro Kini Jadi Pelengkap Outfit!
-
Menteri UMKM Dibuat Kesal TikTok Shop, Ini Alasannya
-
Nyanyian Staf Ahli Soal Uang Ratusan Juta, Budi Karya Sumadi Bakal Segera Dipanggil KPK?