Bisnis / Keuangan
Selasa, 17 Februari 2026 | 13:08 WIB
Sejumlah mata uang kripto alternatif atau altcoin seperti Ethereum (ETH), BNB, hingga Solana (SOL) juga ikut unjuk gigi. Foto ist.
Baca 10 detik
  • BTC naik 0,84% ke Rp1,16 Miliar; ETH, BNB, dan SOL ikut menguat.
  • Harvard borong ETF Ethereum BlackRock senilai Rp1,4 triliun.
  • Meski melirik ETH, aset Bitcoin Harvard tetap besar senilai Rp4,4 triliun.

Suara.com - Angin segar kembali berembus di pasar kripto. Mayoritas aset digital utama terpantau bergerak di zona hijau pada perdagangan Selasa (17/2/2026). Tak hanya Bitcoin (BTC), sejumlah mata uang kripto alternatif atau altcoin seperti Ethereum (ETH), BNB, hingga Solana (SOL) juga ikut unjuk gigi.

Mengutip data Coinmarketcap, harga Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir merangkak naik 0,84 persen ke level USD 69.066 atau setara Rp 1,16 miliar (asumsi kurs Rp 16.837). Meski demikian, jika ditarik dalam sepekan terakhir, performa "si raja kripto" ini sebenarnya masih mencatatkan pelemahan tipis sebesar 1,75 persen.

Langkah positif BTC diikuti oleh Ethereum yang melesat 2,11 persen ke harga USD 2.002 (sekitar Rp 33,7 juta). Tak mau kalah, token BNB melonjak 2,01 persen ke posisi USD 627,57, sementara Solana (SOL) ikut menguat 1,1 persen ke level USD 86,9.

Menariknya, penguatan hari ini terjadi setelah pasar sempat tertekan pada Senin (16/2). Data The Block menunjukkan harga BTC sempat terseret ke level USD 67.374 akibat aksi jual bersih (net sell) oleh investor institusi.

Salah satu pemicu utamanya adalah langkah strategis Harvard Management Company. Pengelola dana abadi Universitas Harvard tersebut diketahui mulai mengurangi porsi kepemilikannya di ETF Bitcoin demi memperkuat fondasi di ekosistem Ethereum.

Institusi bergengsi ini dilaporkan telah mengakuisisi iShares Ethereum Trust milik BlackRock senilai USD 86,8 juta atau setara Rp 1,4 triliun.

Kendati mulai melirik ETH, Harvard tampaknya belum sepenuhnya berpaling dari Bitcoin. Hingga akhir kuartal IV-2025, nilai kepemilikan Bitcoin mereka masih jauh lebih besar, yakni mencapai USD 265,8 juta atau sekitar Rp 4,4 triliun. Manuver ini memberi sinyal bahwa institusi besar mulai mendiversifikasi portofolio mereka di tengah volatilitas pasar kripto yang dinamis.

Load More