TANTRUM - Masyarakat diminta untuk lebih memperhatikan budaya tidur untuk menjaga kesehatannya.
Mengapa harus ada waktu tidur ? Karena tidur yang berkualitas dan berkuantitas merupakan salah satu yang pokok untuk menunjang kesehatan.
"Masyarakat diingatkan kembali tentang pentingnya menjaga waktu dan kualitas tidur. Masyarakat awam menganggap tidur bukan hal penting," ujar Nushrotul Lailiyya, Kepala Sub Divisi Sleep Medicine KSM Ilmu Penyakit Syaraf Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) ditulis Bandung, Rabu, 1 Juni 2022.
Lailiyya mengatakan dengan tidur yang tidak baik maka dapat menyebabkan hipertensi, stroke, produktifitas menurun, kecantikan menurun dan banyak lagi. Itulah yang tidak disadari orang.
Lailiyya menuturkan dua hal penting yang dapat mewujudkan tidur yang baik adalah waktu dan kualitas. Lailiyya menyebutkan waktu tidur orang dewasa adalah 7-8 jam per hari.
"Beberapa penelitian menyebutkan, baik kekurangan maupun kelebihan tidur keduanya dapat menyebabkan kepikunan. Selain jumlah jam tidur, perlu diperhatikan waktu yang baik untuk tidur adalah di malam hari," kata Lailiyya.
Lailiyya menerangkan pada malam hari tubuh mengeluarkan hormon melatonin. Hormon ini pada siang tidak mau keluar, karena melatonin adalah salah satu hormon yang takut cahaya.
Lailiyya melanjutkan fungsi hormon ini memproteksi tubuh kita, sehingga membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat.
Lailiyya mengingatkan kualitas tidur-pun merupakan hal yang tidak bisa diabaikan.
"Kualitas tidur malam yang baik (nyenyak) akan membuat anda merasa segar keesokan harinya. Untuk menjamin kualitas tidur yang baik ini, yang bisa dilakukan adalah hindari alat-alat yang dapat mengganggu tidur, seperti televisi, gawai dan benda lain," ucap Lailiyya.
Lailiyya menuturkan yang perlu diperhatikan saat tidur khususnya malam hari adalah suasana enak dan tidak bising.
Jika tubuh kita terdapat penyakit, maka harus diobati untuk menjaga kualitas dan kuantitas tidur.
Sementara bagi yang sedang mengonsumsi obat yang membuat susah tidur, Lailiyya menyarankan harus mengganti obatnya dengan obat yang tidak mengganggu tidur.
"Perlu disadari juga, dalam tidur ada penyakit yang dapat menurunkan kualitas tidur. Diantaranya snoring atau mendengkur, Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau yang kita kenal dengan istilah henti nafas, sleep walking, insomnia, dan banyak lagi hingga sekitar 80 penyakit," sebut Lailiyya.
Berita Terkait
-
Guru Besar UI Soroti Krisis Senyap di Dunia Medis: Mengapa Dokter yang Sakit Tetap Bekerja?
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Pedagang Martabak Mini Tertidur Saat Jualan, Tas Berisi Uang hingga Kado Anak Dicuri
-
Krisis Iklim Sebabkan Warga Indonesia Kehilangan 84 Jam Tidur per Tahun: Apa Dampaknya?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Jalan Licin Diduga Akibat Limbah Ikan di Pasar Kebayoran Lama, Banyak Pemotor Tumbang
-
PSEL Legok Nangka Bandung Mulai Dibangun, Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik 40,79 MW
-
Geely Coolray Meluncur di GIIAS 2026 Siap Rusak Dominasi SUV Jepang Harga Rp 300 Jutaan
-
Kisah Rosidah di Sumenep, UMKM Gula Merah Tumbuh Pesat Setelah Memanfaatkan KUR BRI
-
Dudung Buka Suara soal Komcad: Bukan Prajurit Aktif dan Bukan Wajib Militer
-
Laba BJBR Melonjak 58,8%, Kredit Tembus Rp140,4 Triliun di Tengah Persaingan Ketat Perbankan
-
Eva Monalisa Raih Hibah AAWC untuk Program Sanitasi Air di Blora, Realisasi Pembangunan Mulai 2028
-
UD Trucks Luncurkan Quester Terbaru di GIIAS 2026, Lebih Efisien dan Aman
-
Magic Cat Leave the Trees, Please: Puisi Indah untuk Menyelamatkan Bumi
-
6 Rekomendasi Sunscreen Tanpa Alkohol Terbaik sesuai Review dan Harga