/
Sabtu, 04 Juni 2022 | 13:17 WIB
suara.com

TANTRUM - Kelalaian ternyata bisa mendatangkan petaka, setidaknya kisah ini bisa menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kita semua. 

Kisah mistis ini dialami oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung.

Para petugas didatangi arwah korban kecelakaan lalu lintas. Gara-gara saat melakukan evakuasi korban yang saat itu tewas ditempat, tidak dimasukkan ke dalam kantong mayat

Melainkan hanya ditutupi kertas koran.

"Biasanya kita harus cepat bereaksi. Jadi saat mendapat informasi ada kecelakaan lalu lintas di kawasan Bandung Timur, petugas kita langsung menuju ketempat kejadian. Tapi rupanya kantong mayatnya lupa terbawa," kata Kepala Bagian Penanggulangan Bencana PMI Kota Bandung, Usep, ditulis Bandung, Sabtu, 4 Juni 2022.

Usep melanjutkan ceritanya, setelah melakukan evakuasi korban kecelakaan pada siang itu, sejumlah petugas piket PMI kota Bandung, kembali berkumpul di lantai 2 Markas PMI, Jalan Aceh Bandung. 

Tetapi ketika malam hari, menjelang pukul 24.00 WIB, tampak sesosok seperti manusia melintas melintas dilorong ruangan. Dimana sejumlah petugas piket berkumpul.

Sontak para petugas langsung melarikan diri, dengan adanya kejadian itu. Karena sosok tersebut sangat mirip sekali dengan korban kecelakaan lalu lintas, yang sebelumnya dilakukan evakuasi.

“Karena kan pas evakuasi mayat korban, mau enggak mau, kita melihat langsung wajah dan anggota badannya yang berlumuran darah. Sebagian tubuhnya juga sudah tidak utuh,” kata Usep.

Usep mengatakan, biasanya 2 atau 4 kantong mayat sudah tersedia di setiap mobil ambulan.

Tetapi pada waktu itu habis terpakai, usai menangani bencana yang lebih besar, yaitu terbakarnya sejumlah tentara pasukan khusus Angkatan Udara, akibat pesawatnya menabrak hanggar di Bandara Husein Sastranagara.

Dia mengaku sejak saat itu, para petugas PMI yang mendapatkan informasi kecelakaan lalu lintas apalagi bencana saling mengingatkan keberadaan kantong mayat. 

Meski jika kehabisan kantong mayat, dengan berat hati menggunakan kantong mayat bekas alias habis dipakai oleh jasad korban lainnya. Tentunya sesudah dilakukan pencucian.

Tak hanya Usep, pengalaman mistis lainnya pernah dirasakan oleh petugas lainnya, yaitu Kristin Munandar.

Kristin menceritakan selama bertugas puluhan tahun di markas PMI Kota Bandung, acap kali melihat hal yang tak wajar.Salah satunya adalah mobil ambulan yang bergoyang sendiri.

“Ambulan itu kalau kebetulan terlihat oleh saya, kalau malam – malam suka bergoyang sendiri. Seolah – olah ada orang didalamnya. Eh waktu dideketin teh, enggak ada orangnya,” kata Kristin.

Meski melihat hal diluar nalar itu, Kristin menganggap kejadian yang wajar. Sebab, mobil ambulan yang sering bergoyang tersebut, merupakan kendaraan tetap untuk mengangkut korban meninggal dunia, biasanya akibat kecelakaan lalu lintas.

Dia berasumsi, jika pemicu bergoyangnya ambulan ini karena tidak pernah dibersihkan, usai mengangkut mayat. 

Karena dari 8 ambulan yang dimiliki oleh otoritas kemanusiaan ini, hanya satu yang sering mengalami hal mistis ini.

“Enggak tahu ya. Kalau ambulan lain mah normal – normal saja. Mungkin keseringan ngangkut mayat,” tambah dia.

Peristiwa mistis diluar kewajaran, memang sering terjadi di markas PMI Kota Bandung. Hal lainnya, terlepas dari kedatangan arwah dan adanya ambulan bergoyang, sosok perempuan yang sering nongkrong di depan gudang logistik, pada malam – malam tertentu.

Namun seluruh peristiwa itu, tidak menyurutkan petugas dan relawan untuk tetap menjalankan kewajibannya, yaitu menolong sesama manusia dengan tanpa pamrih.

Load More