/
Jum'at, 10 Juni 2022 | 07:27 WIB
suara.com

TANTRUM - Perusahan BUMN PT Aneka Tambang  (Antam) Tbk, berjanji memaksimalkan Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah operasi perusahaan. Penggunaan EBT sebagai bagian dari upaya memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca dan mendukung pemerintah mencapai netralitas karbon pada 2060.

"Melalui pemanfaatan pemanfaatan EBT diharapkan ke depannya akan meningkatkan pengurangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan perusahaan," kata Direktur Operasi dan Produksi Antam Dewa Wirantaya di Jakarta, Jumat,10 Juni 2022.

Ia memaparkan, pihaknya telah melakukan inisiatif dan inovasi, salah satunya melalui instalasi sistem pengendalian emisi di Pabrik Feronikel Pomalaa dan menyusun peta jalan dekarbonisasi bersama Holding BUMN Pertambangan MIND ID, serta menerapkan berbagai upaya dekarbonisasi di unit bisnis.

Antam, kata ia, telah menandatangani nota kesepahaman dengan PLN untuk suplai listrik pada Pabrik Feronikel Pomalaa di Sulawesi Tenggara yang menggunakan pembangkit listrik EBT.

"Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan pada 3 Juni 2022  dan menyepakati suplai listrik sebesar 150 MVA. Dengan adanya suplai listrik ke tiga lini pabrik feronikel dari jaringan PLN ini diharapkan akan mampu mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 50 persen," kata Dewa.

Ia memaparkan, perusahaan juga dilakukan pemakaian bahan bakar B30 untuk kendaraan operasional tambang, penggunaan panel surya untuk penerangan tambang di beberapa unit bisnis, serta mengganti bahan bakar dalam kegiatan pengolahan bijih nikel dari Marine Fuel Oil menjadi Dual Fuel yang akan mampu mengurangi emisi pada proses produksi feronikel.

Perusahaan, tegas ia, berupaya menerapkan teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan untuk menurunkan konsumsi energi, serta menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi secara berkala yang dilakukan oleh manager energi dan auditor energi yang tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi untuk membantu proses efisiensi energi.

"Melalui pemanfaatan energi hijau dan upaya-upaya penurunan emisi gas rumah kaca yang dilakukan diharapkan akan mampu membantu Antam dalam upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik demi keberlanjutan perusahaan," ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan, implementasi efisiensi energi sejalan dengan program transisi energi. Hal ini sekaligus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri.

"Semakin besar upaya untuk melakukan transisi energi, semakin efisien penggunaan energi. Ini adalah langkah global yang merupakan tujuan bersama dan membutuhkan dukungan semua pihak tidak hanya pemerintah tetapi juga pemangku kepentingan, sektor swasta, industri, dan masyarakat," ungkap Arifin.

Pemerintah juga berkomitmen mengambil langkah serius untuk mengemas kebijakan yang tepat dalam mengakomodir dan mendorong industri untuk menerapkan efisiensi energi. 

Beberapa program efisiensi energi telah diterapkan, mulai di sektor pembangkit listrik, penerapan energy standard in management system untuk gedung perkantoran, bandara, dan industri, program konversi motor listrik di sektor transportasi, serta instalasi jaringan gas (jargas) rumah tangga.

"Pemerintah juga tengah meningkatkan efisiensi peralatan elektronik sekaligus meningkatkan perkembangan industri. "Kami percaya bahwa efisiensi energi dan ekosistem industri adalah bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi kami," ungkap Arifin.

Load More