TANTRUM- Presiden menerima para atlet dan kontingen Indonesia yang telah berjuang di SEA Games Vietnam di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/06).
Dalam acara tersebut, presiden menyarahkan bonus bentuk apresiasi negara pada para pejuang olah raga yang mengharumkan bangsa dan negara di kancah internasional.
Jokowi mengapreasi peningkatan peringkat Indonesia pada SEA Games tahun ini. Menurutnya, dengan membangun ekosistem yang baik, akan memberikan hasil, kerjanya juga fokus.
"Kirim enggak usah banyak-banyak sampai 840 pada tahun sebelumnya, tapi hasilnya meningkat. Kalau kita lihat, seperti yang saya sampaikan yang lalu sebelum berangkat, 2015 kita peringkat kelima, 2017 peringkat kelima, 2019 peringkat keempat, dan sekarang kita masuk ke peringkat tiga, meskipun kita hanya mengirimkan 499 atlet," kata Presiden Jokowi.
Jokowi merasa puas dan senang, dari 499 atlet yang dikirim ke SEA Games Vietnam, 408 atlet memperoleh medali, baik emas, perak maupun perunggu.
"Sekali lagi dari 499 atlet, 408 memperoleh medali. Artinya, 82 persen atlet yang kita kirimkan ini membawa medali, pulang ke tanah air,” ujar Presiden.
Presiden Jokowi secara simbolis menyerahkan bonus kepada sejumlah perwakilan atlet.
Ihram dari cabang olahraga (cabong) rowing, perwakilan peraih medali emas nomor tunggal, menerima bonus sebesar Rp 500 juta;
Riau Ega Agatha dari cabor panahan, perwakilan peraih medali emas nomor ganda, menerima sebesar Rp 400 juta;
Ceyco Georgia Zefanya dari cabor karate, perwakilan peraih medali perak nomor tunggal, menerima sebesar Rp 300 juta;
Susanto Megaranto dari cabor catur, perwakilan peraih medali perak nomor ganda, menerima Rp 240 juta;
Dhita Juliana dari cabor voli pantai, perwakilan peraih medali perak nomor beregu, menerima Rp 210 juta;
Azzahra Permatahani dari cabor renang, perwakilan peraih medali perunggu nomor tunggal, menerima Rp 150 juta;
Raudani Fitra dari cabor kano, perwakilan peraih medali perunggu nomor ganda, menerima Rp 120 juta;
Gian Kurnadi dari cabor esport, perwakilan peraih medali perunggu nomor beregu, menerima Rp 105 juta.
Berita Terkait
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi
-
JK Diserang Usai Senggol Ijazah Jokowi, Jubir Bongkar Motif Upaya Pembungkaman
-
Tolak Usulan JK, Jokowi: Ijazah Asli Sudah Pernah Dipamerkan, Biar Pengadilan yang Memutuskan!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Kronologi Kades Lumajang Diserang 15 Pria di Rumah Sendiri, Awalnya Bertamu Lalu Brutal