TANTRUM - Jam tangan kini tidak hanya sebagai alat penunjuk waktu. Dengan fasilitas lain yang disematkan, jam tangan menjadi alat bantu komunikasi.
Ada pulang masyarakat sekarang memakai dua jam tangan. Biasanya dipakai dikedua pergelangan lengan.
Sebelah kiri jam tangan biasa dan kanan jam tangan pintar. Tujuannya agar tidak ribet melihat aktifitas fisik dan kondisi kesehatan.
Kebiasaan pakai jam tangan mungkin dipandang hal yang normal dan aman saja. Tapi faktanya, pakai jam tangan terus-menerus setiap hari juga bisa berdampak buruk.
Dampak buruk memakai jam tangan setiap hari dicuplik dari laman himedik.com, secara umum terdapat 4 kriteria. Anda boleh membaca secara seksama dibawah ini.
1. Nyeri pergelangan tangan
Jika anda tidak pernah melepas jam tangan, tekanan terus-menerus pada saraf di pergelangan tangan dapat menyebabkan sensasi nyeri.
Jika jam tangan anda terlalu besar dan berat, serta memakainya terlalu ketat dapat menyebabkan kerusakan saraf.
Apabila merasakan mati rasa atau kesemutan di pergelangan tangan Anda, cobalah untuk menyesuaikan dan mengendurkan tali jam tangan atau istirahat sejenak dari mengenakan jam tangan.
2. Carpal tunel syndrome
Jika anda terus mengabaikan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penggunaan jam tangan sepanjang waktu.
Hal ini dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak menyenangkan, seperti carpal tunel syndrome.
Kondisi ini disebabkan oleh tekanan saraf yang terus-menerus dan dapat membuat Anda merasakan nyeri dan kelemahan terus-menerus di tangan, bahkan setelah tidak memakai jam tangan.
3. Bekas pada pergelangan tangan
Pakai jam tangan juga menekan kulit dan akan meninggalkan bekas yang gatal. Jika bekas tekanan jam tangan pada kulit itu hilang, maka tidak jadi masalah.
Berita Terkait
-
Tren Pewarnaan Rambut Kini Lebih Personal, Teknik dan Analisa Jadi Prioritas
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW
-
KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG
-
Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri
-
Tertinggal di Usia Dewasa: Kecemasan Sunyi dalam We Are All Trying Here
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Indosat Gandeng Kemnaker dan Wadhwani, Siapkan 1 Juta Talenta Digital AI di Indonesia
-
Sebut SDM Indonesia Manja, Chef Juna Blak-blakan Tak Suka Karyawan Izin Dadakan karena Anak Sakit
-
Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS
-
28 Tahun Reformasi: Demokrasi Surut, Ekonomi Dihantui Krisis Kepercayaan
-
Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram
-
IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000
-
Membuka Pandangan Baru tentang Muslim dan Kemajuan Modern di China
-
Solusi Perjalanan Jauh Tanpa Cemas, SUV Hybrid Wuling Eksion Diklaim Tembus 1.000 Km Sekali Isi
-
Pemprov Lampung Tebar Rp35 Miliar untuk Karpet Beton dan Aspal Baru Jalan di Pringsewu
-
Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu