/
Senin, 27 Juni 2022 | 16:14 WIB
Towfiqu Barbhuiya/Pexels

"Uji klinis ini untuk jenis osteoarthritis dan systemic Sclerosis. Namun kini dipending karena situasi sedang wabah," ucap Rachmat.

Rachmat menjelaskan penyakit ini menyerang sendi dan struktur jaringan penunjang di sekitar sendi sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri. Rematik atau remato itu ada 120 macam.

Penyebabnya macam-macam, ada yang karena asam urat lima persen, karena proses penuaan sebanyak 70 persen. 

Ada lagi yang karena infeksi atau ada kelompok empat yaitu auto imun. Salah satu auto imun itu adalah rematik artritis. 

"Rematik Artritis adalah suatu penyakit auto imun yang sifatnya kronis yg mengenai sendi dan organ diluar sendi, misalnya mata, paru, jantung dan lainnya," jelas Rachmat.

Gejalanya terang Rachmat yaitu nyeri-nyeri dan kaku pada sendi tangan, pergelangan tangan dan bengkak. 

Kemudian berdasarkan hasil laboratorium menunjukkan rheumatoid test positif, penyakitnya menahun. Jika rematik jenis ini tidak diobati maka menimbulkan kecacatan. 

Jumlah pasien rematik di RSHS dirata - ratakan terdapat sekitar 300 orang, diperkirakan di kawasan Bandung terdapat 1.000 orang. Penyakit rematik puncaknya menyerang pada dua siklus usia.

Yaitu usia peralihan remaja menjadi dewasa, dan usia menjelang menopause lebih banyak pada wanita. Di Indonesia sendiri yang termuda menderita penyakit ini berusia 6 tahun.

Baca Juga: Awasi Pembelian Migor Curah Lewat PeduliLindungi dan KTP, DPR: Mesti Dicoba Dulu Efektif atau Tidak

Load More