/
Rabu, 06 Juli 2022 | 16:08 WIB
BNI

TANTRUM - Bank milik negara, salah satunya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. diperintahkan menjadi bank berkapasitas global yang mampu membantu pelaku UMKM, pekerja migran Indonesia, dan diaspora.

"Kami harap, BNI juga terus mendorong UMKM naik kelas ke taraf internasional, menjaga pekerja migran yang menjadi agen pembangunan, lapangan pekerjaan, serta diaspora yang menjadi ujung tombak masuknya produk-produk Indonesia ke luar negeri,"  Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir di Jakarta, Rabu (6/7).

Ia mengatakan, BNI mengemban tugas mulia, yakni menjadi bank asal Indonesia yang Go Global. Jaringan luar negeri yang telah terbangun, ini ditingkatkan kembali kapabilitasnya guna mendukung pertumbuhan ekonomi tidak hanya dalam negeri, melainkan dunia.

BNI, kata ia, harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, kapabilitas sumber daya manusia, serta daya saing khususnya dalam berkompetisi dengan bank - bank berkelas global.

Komisaris Utama BNI Agus Dermawan Wintarto Martowardojo menyampaikan, perseroan terus berfokus untuk melakukan lompatan positif dan transformasi yang menyeluruh dengan energi, sumber daya, dan kapabilitas terbaik.

“Dengan semangat bersinergi, berkolaborasi, dan berkontribusi maka BNI mampu melakukan lompatan dan menjadi leader lembaga keuangan yang diperhitungkan dan kebanggaan negeri ini sebagaimana sejarah telah mengukir nama BNI di dunia perbankan Indonesia,” ucapnya.

Agus memaparkan sampai dengan Maret 2022, kinerja keuangan BNI terus membaik. Laba bersih tercatat sebesar Rp 4,3 triliun atau tumbuh sebesar 84 persen (yoy).

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh NII yang tumbuh 2,3 persen (yoy), fee based income yang tumbuh 18,8 persen (yoy), serta pencapaian loan recovery sebesar 103,5 persen, sehingga pendapatan operasional sebelum pencadangan atau PPOP tumbuh 11 persen (yoy).

"Kami juga mencatat pada periode Maret 2022 ini total aset tumbuh 8,1 persen (yoy), kredit tumbuh 5,9 persen (yoy), serta dana pihak ketiga mampu tumbuh hingga 8,4 persen,” tuturnya.

Baca Juga: Pemkot Bandung akan Bangun 16 SMP Baru

BNI tetap dapat menekan cost of fund pada level 1,46 persen yang merupakan posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Load More