TANTRUM – Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan FISIP Unpad, Prof. Muradi, memimpin tim percepatan pembangunan (TPP) Kota Bandung. Tim percepatan pembangunan Kota Bandung ini beranggotakan 8 orang lainnya.
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menjelaskan TPP Kota Bandung dibentuk antara lain untuk menunaikan janji politiknya.
"Tim percepatan pembangunan yang terdiri dari 9 orang yang membantu saya untuk kita sama-sama bisa mempercepat pembangunan di kota Bandung terutama janji politik," kata Yana Mulyana, di Pendopo Wali Kota Bandung, Selasa (26/7).
Yana Mulyana mengatakan, tim TPP ini akan berkolaborasi dan bekerja sama dengan kepala OPD dan para camat untuk mempercepat realisasi program dalam RPJMD 2018-2023.
"Tim percepatan pembangunan ini akan mempercepat akselerasi realisasi janji politik kami. Tentunya membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari seluruh kepala OPD dan para camat," katanya.
"Mudah-mudahan di sisa wkatu ini bisa merealisasikan seluruh janji politik Almarhum Mang Oded dan saya (Yana Mulyana) dalam periode 2028-2023," imbuhnya
Program prioritas tersebut, kata Yana, terdapat 26 program prioritas terbagi dalam empat kluster, yaitu Kluster Bandung Unggul, Bandung Nyaman, Bandung Sejahtera dan Agamis.
Yana mengatakan, tim percepatan pembangunan ini nantinya akan memberikan pertimbangan, saran dan masukan kepada Wali Kota Bandung dalam proses pengambilan kebijakan.
Selain itu, memberikan saran dan masukan untuk optimalisasi implementasi kebijakan Wali Kota Bandung.
"Semoga semua bisa kita selesaikan dengan baik," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kota Bandung, Muradi mengatakan tim TPP hanya akan memberikan pertimbangan dan saran kepada OPD dan Camat dalam merealisasikan janji wali kota.
Selain itu, tim TPP juga akan memberikan stimulasi dan mendorong percepatan realisasinya.
"Kalau kurang cepat dipercepat, kalau lambat dipastikan prosesnya sesuai dengan deadline untuk 26 janji politik pimpinan," ujarnya.
Dia menegaskan, tim TPP tidak akan mengintervensi berbagai kegiatan yang ada di OPD. Tim TPP, lanjutnya hanya bersifat koordinasi dan berkolaborasi.
"Bentuknya lebih soal koordinasi dan mengurai bersama, bukan intervensi supaya nyaman pimpinan juga nyaman bekerja agar proses politiknya melekat di kegiatan," kata Yana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
-
Sibuk Bolak-Balik Jakarta-Bali, Ini Standar Hunian Nyaman dan Fungsional Versi Christian Sugiono
-
Praktis Dibawa Berpergian! 4 Brightening Cleansing Wipes Buat Wajah Cerah
-
Tanpa Pelantikan, Prabowo Resmi Angkat Kuntadi sebagai Jampidsus
-
7 Motor Kuat Nanjak dan Angkat Barang Berat tapi Irit Bensin, Harga 5 Jutaan
-
Bisakah Label dan Pajak Karbon pada Pangan Tekan Emisi Tanpa Bebani Konsumen? Peneliti Ungkap Ini
-
4 Ide OOTD Romantic Soft Girl ala A-na Hearts2Hearts yang Super Gemas!
-
Purbaya Tegaskan Kebijakan Layer Tarif Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini, Tinggal Tunggu DPR
-
Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026, 22-23 Juli: Brasil Hadapi Jepang
-
Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Batal Tangkap Benjamin Netanyahu, Kenapa?