TANTRUM - Sean Stein Smith, professor City University of New York-Lehman Collage dalam opininya di Forbes tahun lalu menyebutkan stablecoin dianggap sebagai masa depan kripto.
Stablecoin merupakan cryptocurrency yang didukung, ditambahkan oleh aset yang mendasarinya.
Stablecoin bisa dikaitkan dengan mata uang resmi seperti dolar AS, Euro, atau Poundsterling dalam rangka menstabilkan harganya diberitakan CNBC Indonesia.
Contoh adaptasi telah dilakukan oleh Visa Inc yang mengaitkannya dengan dolar AS atau USDC, yang merupakan mata uang kripto.
Salah satu alasan stablecoin bisa mengambil alih posisi Bitcoin, kripto yang mendominasi saat ini, adalah volatilitas yang rendah.
Stablecoin memiliki manfaat utama untuk terus menarik minat untuk individual dan institusi.
Stabilitas nilai tukar berguna untuk pemegang atau mereka yang mengintegrasikan Bitcoin dengan uang kripto lainnya dalam sistem keuangan lebih luas.
Smith juga menggambarkan Bitcoin di masa depan. Menurutnya kripto tersebut tidak akan menjadi alat pembayaran namun alat investasi yang memimpin dalam kapitalisasi pasar serta pencipta kesadaran investor.
Belum diketahui apakah gambaran tersebut masih terjadi. Sebab setahun berselang, stablecoin nyatanya membuat banyak investor pusing. Ini terjadi saat harga TerraUSD (UST) dan Terra LUNA terperosok beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Memulai Tur Eropa di Rotterdam, Burgerkill Dijamu Dubes RI untuk Belanda
UST menggunakan mekanisme stablecoin berbasis algoritme. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengatakan terdapat kelemahan dari mekanisme ini yaitu harga LUNA menjadi sangat terpengaruh saat penurunan UST yang dinamis.
Namun memang tak semua stablecoin menggunakan mekanisme algoritme. Token lain menggunakan mata uang fiat dan ada juga yang mematok nilainya dengan jaminan penguasaan atau komoditas tertentu.
Beberapa stablecoin dengan kapitalisasi pasar terbesar adalah Tether (USDT) dan USD Coin (USDC). Sementara itu di Indonesia terdapat Binance IDR yang mematoknya dengan rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Limbah Makanan Menggunung, Ini Solusi Sederhana untuk Menguranginya
-
Lenovo Gandeng Huddly: Ruang Rapat Konvensional Anda Akan Berubah Jadi 'Smart' Berkat Kamera AI
-
Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!
-
7 Tablet Gaming Murah Rp2 Jutaan untuk Main Game Berat, Layar Smooth Bebas Lag
-
Novel Salah Asuhan, Benturan Budaya Barat dan Nilai Tradisional Minangkabau
-
Nasib Sial Honda di Pasar Mobil Listrik Dunia Usai Merugi Ratusan Triliun
-
Wabup Lebak Amir Hamzah Ngambek Disebut Mantan Napi, Dirujak Netizen: Kan Fakta Pak
-
Terbongkar! Ibu Kandung Diduga Jual Bayi di Makassar, Begini Akhir Kisahnya
-
Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel
-
Para Pembela Andrie Yunus Mulai Terima Ancaman Teror