/
Jum'at, 29 Juli 2022 | 09:45 WIB
Balon terbang ke angkasa. (Peggy und Marco Lachmann-Anke from Pixabay)

Sementara, puncak awan tetap putih karena mendapat cahaya yang konstan. Buktinya bisa dilihat saat Anda di pesawat. 

Lihat ke luar jendela ketika Anda berada di atas awan, Anda akan melihat bahwa puncak semua awan berwarna putih cemerlang.

Saat matahari terbit atau terbenam, awan bisa berwarna merah atau jingga alias oranye. Hal ini terjadi posisi Matahari yang sangat rendah di horizon saat tenggelam. Cahaya pun mesti melewati lebih banyak atmosfer.

Akibatnya, lebih banyak cahaya biru tersebar dan dibelokkan, sementara lebih banyak cahaya merah dan kuning mencapai Bumi. Hasilnya, warna jingga kegemaran para penggila senja.

Load More