TANTRUM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Senin (1/8/2022) mengumumkan bahwa Ayman Al Zawahiri yaitu pemimpin Al Qaeda tewas mereka bunuh di Afghanistan.
Ayman Al Zawahiri adalah ahli bedah Mesir yang menjadi salah satu teroris paling dicari di dunia. Dia disebut sebagai dalang serangan 11 September 2001 atau 9/11 di AS yang menewaskan hampir 3.000 orang.
Dia kemudian menjadi buron dan mengambil alih kepemimpinan Al Qaeda setelah Osama bin Laden tewas di Pakistan pada 2011. AS mematok harga 25 juta dollar (Rp 371,3 miliar) untuk kepalanya.
The New York Times, Washington Post, dan CNN termasuk kantor berita yang melaporkan identitasnya, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan.
Serangan yang membuat pemimpin Al Qaeda tewas ini adalah yang pertama lintas batas oleh AS terhadap Al Qaeda di Afghanistan sejak pasukan Amerika menarik diri dari negara itu pada 31 Agustus 2021.
Namun, AS tidak menjelaskan di mana operasi yang menewaskan Ayman Al Zawahiri dilakukan. Pada Sabtu (30/7/2022), Kementerian Dalam Negeri Afghanistan membantah laporan yang beredar di media sosial tentang serangan drone di Kabul.
Kemendagri Afghanistan mengatakan kepada kantor berita AFP, ada roket yang menghantam rumah kosong di ibu kota tetapi tidak menimbulkan korban.
Selanjutnya, pada Selasa (2/8/2022) di Kabul, juru bicara Taliban yakni Zabihullah Mujahid menulis twit bahwa serangan udara dilakukan di sebuah tempat tinggal di daerah Sherpur kota itu.
"Sifat insiden itu tidak terungkap pada awalnya. Badan keamanan dan intelijen Emirat Islam menyelidiki insiden dan menemukan dalam penyelidikan awal mereka bahwa serangan dilakukan oleh drone Amerika," tulis twitnya.
Baca Juga: Nagita Slavina Beli Bando Harga Jutaan, Memang Apa Sih Keistimewaannya?
Dalam beberapa bulan terakhir, Taliban banyak melarang media untuk meliput setelah terjadi insiden keamanan dan sering menyangkal atau mengecilkan kemungkinan adanya korban.
Adapun AFP melaporkan, pemimpin Al Qaeda tewas akan diumumkan Presiden AS Joe Biden dalam pidato pada Senin malam waktu setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini
-
5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar
-
Putuskan Cerai, Clara Shinta Heran Suami Malah VCS saat Ekonomi Lagi Susah
-
Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen
-
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian
-
Kapolda Riau Rotasi Massal Polsek Panipahan Imbas Rusuh Isu Sarang Narkoba
-
Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual