Aliansi Mahasiswa Menggugat (AMAM) kembali menggelar aksi di depan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kamis, 4 Juli 2022.
Dalam aksinya, pendemo mengultimatum Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo itu pun diminta mundur dari jabatannya.
"Ada dugaan-dugaan yang kita duga terhadap Kementerian Perencanaan Pembangunan nasional, yaituSuharso Monoarfa," kata Koordinator Amam, Ajrin di Depan Kantor Bappenas.
Dia mengatakan Suharso diduga telah menyalahgunakan wewenang atau kekuasaan.
"Jadi dugaan kita yang pertama bahwa terjadi penyalahgunaan kekuasaan wewenang yang dilakukan Bapa Suharso Monoarfa," kata Ali.
Selain itu, kenaikan harta kekayaannya dinilai janggal. Kenaikan harta itu diketahui melalui laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) KPK.
Dalam LHKPN Suharso, jumlah harta kekayaannya meningkat dalam kurun waktu tiga tahun. Yakni pada 2018, Suharso tercatat memiliki harta Rp84 juta.
Kemudian, pada tahun berikutnya, yakni 2019, harta Suharso naik menjadi Rp59,8 miliar. Serta di tahun 2020 sebesar Rp69,7 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp73 miliar.
Atas kenaikan harta kekayaan tersebut, mereka meminta KPK untuk menindaklanjuti dugaan ini dengan cara memanggil dan memeriksa Suharso Monoarfa.
Baca Juga: Rangkaian Acara Hari Jadi Kota Bandung Diawali Ziarah Makam
Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Kaukus Muda PPP Hammam Asy'ari pada tanggal 9 November 2020 menyatakan, laporan dugaan gratifikasi Monoarfa itu ngawur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta