/
Sabtu, 06 Agustus 2022 | 12:54 WIB
Sejumlah pengunjung melihat hasil produk kerajinan di stan pameran produk unggulan Indonesia dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/10/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud] (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

TANTRUM - Pameran dagang berskala internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, kembali digelar dengan secara langsung atau hybrid.

TEI ke-37 akan berlangsung secara luring selama lima hari pada 19–23 Oktober 2022 dan daring selama dua bulan mulai 19 Oktober-19 Desember 2022.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengatakan, TEI tahun ini merupakan satu titik balik untuk melakukan pemulihan perdagangan lintas batas yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha nasional untuk memasarkan produk unggulan dan terus tingkatkan ekspor.

Pelaku usaha dari berbagai sektor diharapkan untuk memanfaatkan pameran TEI ke-37 untuk meningkatkan peluang ekspor produk-produk unggulan Indonesia.  TEI harus bisa dioptimalkan sebagai wadah pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal di pasar global yang sangat potensial.

TEI 2022 akan menampilkan kegiatan pameran, forum bisnis, konsultasi bisnis, dan penjajakan bisnis (business matching) bagi pelaku usaha Indonesia. Khususnya, yang bergerak di sektor manufaktur, fesyen dan aksesoris, perawatan kesehatan dan kecantikan, makanan dan minuman, peralatan medis, perabotan dan dekorasi rumah, serta layanan digital.

Pada kegiatan forum bisnis, TEI akan menghadirkan buyers dari luar negeri dengan harapan dapat memberikan informasi berharga bagi peserta TEI tentang tren terkini serta peluang ekspor yang dapat dikaji lebih lanjut.

Selain sektor perdagangan, TEI juga akan mempromosikan sektor pariwisata dan investasi di Indonesia. Hal ini didukung penuh pemerintah guna mempromosikan destinasi wisata dan peluang investasi di dalam negeri.

"Kami di Kemendag mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan TEI 2022 ini sebagai ajang untuk menggulirkan kembali roda usahanya sekaligus berjalan bersama pemerintah untuk bersama- sama menggerakkan dan meningkatkan perekonomian nasional ke arah yang lebih baik lagi," ujar Didi.

Baca Juga: 7 Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air

Load More