TANTRUM - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku malu melihat peforma Persib Bandung yang selalu mengalami kekalahan.
Persib Bandung kalah lagi dan meneruskan puasa kemenangan di awal musim Liga 1 2022. Persib hanya meraih satu poin dari tiga laga awal, yakni saat berimbang 1-1 kontra Bhayangkara FC.
Setelah itu, Persib kalah 1-3 dari Madura United di Stadion GBLA dua pekan lalu yang dilanjutkan disikat 1-4 oleh Borneo FC akhir pekan kemarin.
Persib pun terpuruk di papan bawah sehingga membuat fansnya marah besar, tak terkecuali Uu selaku Jabar 2. Dia melihat Persib sudah tampil memalukan dan berharap tim kesayangannya itu lekas bangkit.
"Saya malu Persib kalah. Tapi, sebagai seorang yang beriman tetap menerima," kata Ulum dicuplik dari Detik Sport, Selasa, 9 Agustus 2022.
"Saya tidak marah kepada Persib, saya tidak marah kepada para pelatih, cuma saya sebagai pencinta ingin ada peningkatan dari hari ini, sehingga tidak eleh wae (kalah terus)," Ulum menambahkan.
Ulum juga mengatakan soal dorongan evaluasi di tubuh klub, meski hal itu sulit dilakukan. Apapun keputusan manajemen nantinya, Ulum tetap cinta Persib.
"Tapi tetap sekalipun eleh (kalah), saya cinta Persib. Saya juga sebagai wagub banyak harus begitu-begitu (evaluasi) tetapi kan susah. Yang penting ada progres lah dari kegiatan kemaren untuk yang akan datang," ucap Ulum.
Dia juga meminta Bobotoh tak berlebihan dalam mendesak manajemen Persib untuk evaluasi. Ini merupakan buntut aksi puluhan Bobotoh mendatangi kantor PT Persib Bandung Bermartabat di Graha Persib Minggu malam kemarin. Mereka datang karena kecewa atas kekalahan dari Borneo FC.
Baca Juga: Kacau! 12 Remaja Ternate Diduga Kumpul Kebo Di Hotel, Ada Yang Satu Perempuan Dua Laki-laki
"Saya harap jangan lah ada demo-demo. Toh mereka juga sudah berusaha untuk memperjuangkan Persib juara dengan pelatihan, anggaran, dan lainnya," ujar Ulum.
Ulum berharap Persib bisa kembali memainkan penampilan terbaiknya dan meraih gelar juara, meski melalui jalan terjal di awal musim.
"Mudah-mudahan dengan di masa yang akan datang kita akan juara lagi. Dulu juga kan zaman Robi Darwis, Ajat Sudrajat, Persib luar biasa. Sekarang mudah-mudahan masa keemasan itu kembali," kata bekas Bupati Tasikmalaya itu.
Selain itu, Ulum meminta agar Bobotoh menyerahkan sepenuhnya langkah yang akan diambil Persib terkait pelatih Robert Rene Alberts.
Menurutnya, memutus kontrak Rene belum bisa menjadi jaminan bahwa skuad Pangeran Biru bisa kembali ke jalur kemenangan.
"Karena setiap orang punya kemampuan, tetapi juga punya kelemahan. Manusia tidak ada yang sempurna," kata Ulum.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena