/
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 12:03 WIB
Ilustrasi menahan kentut. (Darko Djurin from Pixabay)

TANTRUM - Kentut adalah proses yang terjadi secara alami pada tubuh setiap manusia. Kebanyakan orang kentut lima sampai 23 kali per hari.

Ketika tubuh memiliki kelebihan gas di dalam sistem pencernaan, hanya ada dua tempat untuk mengeluarkan gas tersebut, salah satunya adalah pantat. Proses mengeluarkan gas ini dikenal dengan istilah kentut.

Sayangnya, beberapa orang bisa jadi merasa malu atau tidak nyaman karena lebih sering buang angin alias kentut. 

Kemungkinan karena sedang berada di tempat umum atau gas yang dikeluarkan memiliki aroma yang tidak sedap. 

Alhasil, orang-orang ini akan menahan kentut dan tanpa sadar hal ini bisa menjadi kebiasaan yang berdampak buruk untuk kesehatan. Harap diingat hal itu kebiasaan yang berbahaya loh!

Bagaimanapun juga, menahan kentut membuat gas terperangkap di usus, membuatnya terus menumpuk dan memberi tekanan pada dinding usus besar sampai mendapatkan cara untuk mengeluarkannya.

Dilansir dari Halodoc, Sabtu, 20 Agustus 2022, menahan kentut biasanya tidak memicu efek atau dampak kesehatan yang serius dan berbahaya. Meski begitu, melepaskan kentut lebih baik daripada terus menahannya, sebab:

1. Menimbulkan Rasa Sakit

Dampak menahan kentut yang paling sering terjadi adalah peningkatan tekanan pada usus yang bisa menjadi menyakitkan. Rasa nyerinya bisa ringan hingga terasa menusuk dan tajam. 

Baca Juga: The Best 5 Oto: Jelang Penutupan GIIAS 2022, Miss Auto Show, Gaya JDM, Touring HUT ke-77 Republik Indonesia

2. Kembung

Kembung terjadi ketika gas terperangkap di dalam usus yang membuat perut menjadi buncit. Tidak hanya dapat membuat tampak seperti seseorang yang kelebihan berat badan, tapi juga membuatmu merasa tidak nyaman dalam berpakaian dan menjadi tidak percaya diri.

3. Menjadi Sendawa

Terkadang, kentut seolah menghilang dengan sendirinya. Ini karena tubuh dapat menyerap kembali gas untuk sementara waktu. 

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Digestive Diseases and Sciences, gas tetap akan menemukan jalan keluar, jika tidak melalui perut yang terasa kembung, maka gas akan keluar melalui sendawa atau dihembuskan dalam napas. 

4. Risiko Divertikulitis

Load More