TANTRUM - Gejala awal penyakit cacar monyet atau monkeypox dimulai adanya bruntus kemerahan di wajah, yang kemudian berubah menjadi berisi cairan seperti cacar, keruh, pecah dan jadi kropeng.
Berbeda dengan penyakit cacar lainnya yang menyerang daerah tubuh kemudian ke tungkai seperti lengan, penyakit monkeypox terjadi sebaliknya.
Menurut Oki Suwarsa, Kepala Kelompok Staf Medis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, pada saat bruntus kulit pecah diusahakan tidak terinfeksi oleh bakteri. Oki menegaskan pada fase tersebut faktor kebersihan wajib dijaga.
"Jadi kebersihan pada badan pun harus diperhatikan. Jadi mandi tetap mandi. Ya kemudian nanti tergantung situasinya, apakah kalau memang banyak kropeng - kropengnya penanganan di kulit biasanya kita berikan kompres. Jadi kalau misalkan masih berupa gelembung berisi cairan, bisa diberikan terapi yang lain itu kalau ada yang gatal kita berikan itu. Jadi yang harus kita perhatikan nanti, terutama supported untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien," kata Oki ditulis Minggu, 21 Agustus 2022.
Oki melanjutkan asupan makanan yang bergizi ke dalam tubuh pasien yang terpapar virus monkeypox sangat diperlukan sebagai penunjang hidup.
Oki menjelaskan setiap penyakit yang disebabkan oleh virus, dapat dilawan oleh daya tahan tubuh selama asupan makanan dengan gizi seimbang terpenuhi.
Oki menuturkan sel - sel yang berperan dalam daya tahan tubuh, secara otomatis akan menyingkirkan virus yang masuk.
Selain makanan dengan gizi seimbang, mengkonsumsi suplemen vitamin dianggap dapat menunjang daya tahan tubuh dari serangan virus.
"Memang tidak ada pengobatan yang khsusus karena memang belum ada obatnya untuk cacar monyet ini. Jadi yang harus kita perhatikan keadaan umum pasien. Terapi supportive dilakukan agar tubuh si pasien itu, terutama imun seluruhnya itu meningkat dan bisa membunuh virus tersebut," ujar Oki.
Baca Juga: Deretan Weton Pemilik Khodam Sakti
Seseorang dapat terpapar penyakit monkeypox, apabila kekebalan tubuhnya sedang menurun.
Kategori kelompok awal yang rentan terpapar penyakit yang berasal dari monyet itu adalah anak - anak dan manula.
Namun kini mayoritas memapar di kalangan kelompok pasangan sesama jenis. Kasus terakhir yaitu seekor anjing peliharaan pasangan gay, terinfeksi virus tersebut.
Awalnya anjing tersebut tidur satu kasur dengan pasangan gay tersebut. Itu kemungkinan merupakan kasus perdana penularan dari manusia ke hewan.
Untuk itu organisasi kesehatan dunia, WHO, telah menerbitkan kepada pasangan sesama jenis alias gay dan biseksual agar meminimalisir berganti pasangan terlalu sering.
Selain itu frekuensi hubungan seks, juga diimbau agar tidak terlalu intens. Mengingat jumlah kasus penularan terjadi di kelompok tersebut.
Sebelumnya organisasi dibawah Perserikatan Bangsa - bangsa (PBB) itu telah mengganti nama penyakit cacar monyet alias monkeypox menjadi clades virus. Itu dilakukan karena maraknya pembataian hewan monyet.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Maarten Paes Tepis 2 Penalti: Saya Mempelajari Semua Tendangan Lawan
-
Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran
-
Pep Guardiola Pamit dari Etihad, Pesan Emosional Agar Standar Juara Manchester City Tak Turun
-
Anggaran Gaji Casemiro di Manchester United Dialihkan untuk Rekrut Ederson dan Sandro Tonali
-
Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu
-
BYD Bangun Pabrik di Eropa, Fasilitas Produksi VW Ikut Dicaplok
-
Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya