/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 22:33 WIB
Ilustrasi logo PSSI ([Twitter - @Kabarhariini])

TANTRUM - Judi online kini tengah dalam sorotan. Kini, giliran klub-klub sepakbola profesional di Indonesia diminta menghentikan kerja sama dengan pihak-pihak yang diduga terkait dengan perjudian.

Permintaan tersebut disampaikan PSSI melalui Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi setelah adanya laporan ke Bareskrim Polri, Senin (22/8/2022), soal dugaan keterkaitan beberapa klub Liga 1 Indonesia 2022-2023 dengan perusahaan judi online.

Yunus mengatakan, di sepakbola tidak boleh ada hal yang meresahkan. Karena itu ia meminta para anggota untuk mengambil langkah terbaik. 

“Sebelum ada hal-hal meresahkan, kami menyarankan agar kerja sama itu dihentikan dahulu," ujar Yunus, dikutip dari SuaraRiau.id, Selasa (23/8/2022).

Yunus memastikan akan memanggil tiga klub yang dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait perjudian untuk meminta klarifikasi.

PSSI nantinya melihat apakah memang kebijakan klub-klub sepakbola itu ada yang melanggar hukum atau tidak.

Sebelumnya, PSSI menjadi salah satu pihak yang dilaporkan ke Bareskrim Polri, Selasa (22/8), selain PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan tiga klub Liga 1 Indonesia 2022-2023 yaitu Persikabo 1973, PSIS Semarang serta Arema FC, terkait praktik perjudian dalam sepak bola.

Menurut Indonesia Police Watch (IPW) laporan yang diajukan seorang akademisi sekaligus pencinta sepak bola Rio Johan Putra itu sudah diterima oleh Bareskrim.

Dugaan pidana oleh para terlapor yaitu mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan perjudian juncto perjudian atau memberi kesempatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 303 KUHP.

Baca Juga: Telur Ayam Naik Sampai Rp31 Ribu per Kg, Mendag Zulhas: Tak Seberapa, Jangan Diributkan

LIB dan PSSI sendiri telah menegaskan bahwa mereka tidak pernah bermitra atau ikut dalam kerja sama klub dengan pihak yang diduga rumah judi tersebut.

IPW pun mendesak Polri memprosesnya karena judi dianggap sebagai perusak moral bangsa. IPW menilai beberapa klub disponsori perusahaan yang diduga berkaitan dengan judi. 

Di antaranya, Persikabo 1973, dinilai IPW mempromosikan situs judi karena disponsori SBOTOP, lalu PSIS didukung oleh Skore88.news, Arema FC melakukan tindakan serupa karena bekerja sama dengan Bola88.fun.

Load More