TANTRUM - Dell baru saja mengumumkan teknologi AI terbaru mereka yang dikembangkan untuk mendorong keberlanjutan terumbu karang yang termasuk ke dalam keajaiban alam terbesar.
Melalui kolaborasi dengan organisasi konservasi bernama Citizens of the Great Barrier Reef, perusahaan ini menghadirkan sistem deep learning yang dapat menganalisa foto dengan lebih cepat dan akurat dalam fase sensus terumbu karang (Great Reef Census/GRC) yang dilakukan oleh sejumlah relawan.
Teknologi ini diklaim mampu memangkas waktu analisa foto terumbu karang dari tujuh hingga delapan menit menjadi kurang dari satu menit untuk tiap fotonya.
Artinya, kini para relawan dapat menganalisa lebih dari 13 ribu foto dalam waktu kurang dari 200 jam saja.
Berdasarkan keterangan resmi dicuplik dari Tek.id, Kamis, 25 Agustus 2022, teknologi ini akan bekerja dengan sistem onboard yang dipasangkan pada perahu.
Kemudian, sistem akan secara otomatis terhubung ke model deep learning yang melalui jaringan seluler untuk memastikan foto yang dihasilkan tersimpan secara real-time.
Dell menyebut, teknologi ini dapat membantu GRC untuk mempercepat analisa foto yang sebelumnya bergantung pada relawan.
Sehingga mereka dapat mengalihkan fokusnya ke upaya pemulihan cepat di area yang paling membutuhkan perhatian dalam periode tahunan, seperti ketika musim ikan bertelur.
Model pembelajaran mendalam Dell ini berbasis ion SegNet dan berjalan pada server HPC yang dipercepat GPU Dell.
Baca Juga: Pakar Angka Ungkap Makna Tanggal Ferdy Sambo Tulis Surat Permohonan Maaf, Apa Itu?
Teknologi ini dapat mengelompokkan gambar dalam waktu kurang dari sepuluh detik, dibandingkan dengan tujuh menit yang dibutuhkan manusia untuk menyelesaikan bagian tugas tersebut.
Untuk mewujudkan proyek ini, Dell Technologies bekerja sama dengan seluruh wilayah Asia Pasific dan Jepang (APJ) yang menggabungkan keahlian tim Citizens of the Great Barrier Reef, Dell, peneliti dari Universitas Queensland (UQ) dan Universitas James Cook (JCU), Sahaj Software Solutions dan ilmuwan warga.
Lebih lanjut, tim data science Dell yang berada di Singapura juga terus menyempurnakan dan melakukan berbagai pengujian untuk model Artificial Intelligence (AI) yang terpilih di tingkat komunitas. Ini dilakukan untuk memastikan standar perbandingan dari model tersebut terpenuhi.
“Dell Technologies bekerja sama dengan organisasi-organisasi yang memiliki misi yang sama untuk mewujudkan dampak sosial iklim yang positif,” ujar Amit Midha, President APJ dan Global Digital Cities.
Sementara Andy Ridley, CEO dan pendiri Citizens of the Great Barrier Reef mengungkap, teknologi ini merupakan salah satu contoh simbiosis yang baik antara mesin dan manusia.
Menurutnya, teknologi AI seperti yang dihadirkan oleh Dell ini dapat menunjukkan kekuatan teknologi dalam mendukung keberlanjutan dan upaya konservasi global.
Model deep learning ini akan disebarkan penuh untuk seluruh relawan Great Barrier Reef pada November mendatang setelah melalui pengujian lebih lanjut dari berbagai pihak.
Rencananya, teknologi ini juga akan digunakan dalam konservasi terumbu karang di seluruh dunia yang akan diawali dari Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Seberapa Besar Peluang Elkan Baggott Main di BRI Super League, Bela Persib atau Persija?
-
Efisiensi vs Style, Mending Mitsubishi Mirage atau Honda Brio Bekas?
-
Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026
-
Soal Penembakan Pesawat di Boven Digoel, DPR Tegur Pemerintah: Tutup Bandara Jika Tidak Aman
-
Ada yang Dibintangi Margot Robbie dan Robert Pattinson, Ini 5 Film Romantis Terpanas 2026
-
Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta
-
Ramalan Shio Hari Kamis 12 Februari 2026, 6 Zodiak China Ini Paling Beruntung
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat