/
Minggu, 11 September 2022 | 19:05 WIB
Potret Najwa Shihab ((Instagram - najwashihab))

TANTRUM – Jurnalis Najwa Shihab menyindir organisasi sepak bola Indonesia, PSSI, yang tak mau hadir saat diundang ke Mata Najwa. Najwa menegaskan bahwa dirinya tak punya kepentingan apa-apa di sepak bola nasional.

Najwa Shihab mengaku tidak berpihak pada klub mana pun mau Persib, Persija, atau kepentingan lainnya. Tetapi ia menginginkan sepak bola tanah air bersih dari mafia dan suap.

"Kalo ngomongin PSSI itu gak ada kepentingan. Kepentingannya cuma make sure bola kita itu bersih dari mafia dan suap," tegas Najwa Shihab, saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube HAS Creative di acara Maling yang dipandu komika Mamat Alkatiri, dikutip dari suara.com, Minggu (11/9/2022).

Sindiran kepada PSSI ini berawal saat Mamat Alkitiri bertanya soal keberpihakan dan independensi masyarakat dan jurnalis di era saat ini.

"Aku selalu bilang wartawan itu harus independen bukan netral. Karena menurut aku independen dan netral itu beda yah,"

"Netral itu lu gak nunjukin sikap tidak ke A dan ke B. Lu diam aja gak nunjukin sikap apapun. Sementara independen tidak punya kepentingan apapun. Kecuali kepentingan publik dan kebenaran,"

Najwa Shihab pun menegaskan bahwa ia tak pernah ragu menunjukkan keberpihakan. Ia lalu menjelaskan soal penolakan kepada Undang-undang KPK yang melemahkan, RUU Cipta kerja hingga ke soal bola nasional.

"Soal PSSI, aku tahu PSSI sebel banget sama Mata Najwa. Gak pernah mau diundang Mata Najwa. Terserah gak papa, gak usah datang," kata Najwa Shihab.

"Gua gak ada kepentingan apapun. Gak punya klub bola, gak peduli yang menang siapa gitu klubnya, mau Persija, mau Persib,"

Baca Juga: Beraksi saat Orang-orang Sujud, Maling yang Incar Jemaah Wanita Disumpahi Mati Dilindas Truk: Moga Kena Azab!

Di acara Mata Najwa, jurnalis berusia 44 tahun ini beberapa kali mengangkat persoalan di sepak bola nasional, mulai dari mafia sepak bola hingga kasus kematian para suporter. 

Tagar PSSI Bisa Apa juga sempat menjadi viral di media sosial saat Najwa Shihab membongkar praktik mafia di kompetisi sepak bola nasional.

Load More