/
Rabu, 14 September 2022 | 06:38 WIB
Truk melintas di jalan raya yang akan masuk ke dalam KIPP IKN Nusantara. [KlikKaltim.com] (KlikKaltim.com)

TANTRUM - Kementerian PUPR memulai kegiatan pembangunan infrastruktur dasar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tahap 1 senilai Rp5,3 triliun yang ditandai penandatangan kontrak pekerjaan pembangunan IKN TA 2022 sebanyak 19 paket.

Kementerian PUPR telah menyusun rencana/tahapan pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara periode 2022-2024 dengan total anggaran sebesar Rp43,73 triliun. Pada tahun 2022, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan IKN sebesar Rp5,3 triliun.

Setelah selesai proses lelang oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Konstruksi, kemudian dilakukan penandatanganan kontrak secara simbolis sebanyak 19 paket pekerjaan dengan total nilai kontrak sebesar Rp5,3 triliun dengan rincian Ditjen Sumber Daya Air total sebanyak enam paket dengan nilai kontrak Rp42,8 miliar.

Kemudian Ditjen Bina Marga sebanyak 8 paket dengan nilai kontrak Rp4,59 triliun, Ditjen Cipta Karya sebanyak 4 paket dengan nilai kontrak sebesar Rp111,9 miliar, dan Ditjen Perumahan sebanyak 1 paket dengan nilai kontrak Rp567 miliar.

BUMN Konstruksi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, mengklaim memenangkan dua proyek untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Dua proyek itu, yakni Proyek Jalan Tol Segmen Simpang Tempadung - Jembatan Pulau Balang dan Proyek Jalan Lingkar Sepaku.

Proyek Jalan Lingkar Sepaku dengan nilai kontrak sebesar Rp181 miliar. Lalu,  Proyek Jalan Tol Segmen Simpang Tempadung - Jembatan Pulau Balang sebesar Rp2,2 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menegaskan, pihaknya masih mengejar beberapa proyek lagi.

Waskita berharap dengan proyek-proyek IKN yang harus dikejar penyelesaiannya sampai dengan pertengahan tahun 2024, akan membantu produktifitas Waskita.

Baca Juga: Praktis dan Mudah! Cara Cek IMEI iPhone

"Waskita sudah menyiapkan tim khususnya untuk IKN agar mengelola supaya kualitas dan produktifitas bisa terjaga," katanya.

Load More