- KPK sedang menyelidiki dugaan keterlibatan Anggota V BPK RI, Bobby Adhityo Rizaldi, dalam kasus suap pengondisian audit Kabupaten Muara Enim.
- Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di kediaman Bobby Adhityo Rizaldi pada 14 Juli 2026 untuk mencari bukti perkara suap.
- Pengembangan kasus dilakukan pasca operasi tangkap tangan yang menetapkan lima tersangka terkait suap pengondisian hasil audit BPK tahun 2025.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan keterlibatan Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Bobby Adhityo Rizaldi dalam perkara dugaan suap pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pendalaman dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki peran penting di balik skandal tersebut.
"Ini yang kemudian masih ditelusuri dan didalami oleh penyidik," ujar Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Budi, penyidik tidak hanya berfokus pada lima tersangka yang telah ditetapkan, tetapi juga membuka peluang mengembangkan perkara apabila ditemukan keterlibatan pihak lain.
"Apakah selain pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ada peran dari pihak-pihak lain yang memang signifikan ya dalam konstruksi perkara terkait dengan dugaan pengondisian temuan audit BPK tersebut," katanya.
Saat ditanya apakah nama Bobby muncul dalam keterangan para saksi maupun tersangka, Budi enggan mengungkapkan lebih jauh karena masih menjadi materi penyidikan.
"Tentu beberapa keterangan yang sudah disampaikan oleh para tersangka ataupun saksi ini juga menjadi petunjuk bagi penyidik untuk kemudian menelusuri lebih lanjut kepada pihak-pihak lain,” ujarnya.
Rumah Bobby Digeledah
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 7-8 Juni 2026 yang menjaring 10 orang di Jakarta dan Sumatera Selatan, termasuk Bupati Muara Enim Edison.
Baca Juga: Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan
Dari operasi tersebut, KPK menetapkan empat tersangka terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025-2026.
Beberapa hari kemudian, KPK kembali menggelar OTT lanjutan dengan menangkap lima aparatur sipil negara BPK RI.
Penyidik lalu menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan suap pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025.
Kelima tersangka tersebut adalah Edison, Cory Erin Hardi, Direktur PT Millenium Solusi Abadi Fika Nur Alawi, pihak swasta Augusz Dewanggara yang diduga pernah menjadi staf ahli Bobby Adhityo Rizaldi, serta aparatur sipil negara BPK RI yang pernah menjabat Ketua Tim Pemeriksaan BPK Perwakilan Sumatera Selatan Titin Rita Lestari.
Dalam perkembangan penyidikan, KPK pada 14 Juli 2026 juga menggeledah rumah Bobby Adhityo Rizaldi untuk mencari alat bukti yang berkaitan dengan perkara dugaan suap pengondisian hasil audit tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka
-
Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan
-
Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz
-
Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara