TANTRUM - Cacar monyet tengah menjadi salah satu penyakit hits yang perlahan menyaingi COVID-19.
Setelah dinyatakan sebagai darurat kesehatan global, cacar monyet telah menginfeksi ribuan orang pada lebih dari 100 negara.
Akibat menyebarnya cacar monyet, begitu banyak informasi yang keliru soal penyakit satu ini. Tak jarang menyebabkan kebingungan dan ketakutan.
Lalu, apa sajakah hal-hal yang keliru soal cacar monyet? Mengutip laman Everyday Health dicuplik dari Liputan6.com, Kamis, 15 Septemebr 2022, berikut diantaranya.
1. Cacar monyet adalah penyakit baru
Meskipun begitu banyak orang baru mendengar soal cacar monyet baru-baru ini. Namun, cacar monyet sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala, tepatnya sejak akhir tahun 1950an.
"Kami sudah mengetahuinya sejak akhir 1950-an," kata profesor kedokteran epidemiologi di Columbia Mailman School of Public Health, New York City, Jessica Justman.
Virus cacar monyet pertama kali terdeteksi di Afrika, tempat dimana cacar monyet dijadikan tujuan penelitian. Namun, cacar monyet yang muncul saat ini dan yang dahulu kala memang memiliki perbedaan.
2. Cacar monyet menular lewat jabat tangan
Baca Juga: Sandy Tumiwa: Lagi Disiapkan! Pesulap Merah Bakal Dilaporkan ke Polisi soal Debus
Pasien cacar monyet akan mengalami ruam yang dapat menyebarkan virus saat disentuh. Namun, berjabat tangan tidak menimbulkan risiko besar untuk penularan cacar monyet.
"Jabat tangan hanya berlangsung dalam hitungan detik, dan dalam wabah ini, penularan biasanya melibatkan kontak kulit ke kulit yang intim dan berkepanjangan," ujar sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security in Baltimore, Amesh A Adalja.
3. Cacar Monyet Sama Menularnya dengan COVID-19
Faktanya, cacar monyet tidak memiliki proses penularan yang sama seperti COVID-19. Sehingga kedua penyakit ini tidak setara bila dibandingkan lewat cara penularannya.
"COVID sangat menular dengan cara yang tidak bisa dilakukan cacar monyet," kata profesor kedokteran dan spesialis penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Washington, dr Shireesha Dhanireddy.
COVID-19 menyebar melalui tetesan pernapasan seperti air liur dan partikel yang sangat kecil, yang disebut aerosol, yang melayang di udara.
Berita Terkait
-
Kematian Pertama Akibat Cacar Monyet, Ada di Los Angeles Amerika
-
9 Suspek Baru, Total 60 Orang Diduga Terpapar Cacar Monyet di Indonesia
-
Vaksin Cacar Monyet Tidak Digunakan Secara Massal, IDI Jamin Pastikan Hal Tersebut
-
Pemerintah RI Rampungkan Pemeriksaan 41 Sampel Suspek Cacar Monyet
-
Penderita Diabetes Lebih Rentan Terkena Cacar Monyet, Simak Penjelasan Dokter
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
Real Madrid Umumkan Jose Mourinho usai Pertandingan Lawan Athletic Club
-
Diseret Isu Pesugihan Gunung Kawi, Sarwendah: Namaku Clickbait Banget
-
Cristiano Ronaldo akan Jadi Pemain Pertama yang Tampil di 6 Edisi Piala Dunia
-
Banjir Hadiah di Indogrosir Padalarang dan Sembako Gratis dari BRI!
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Warga RW 11 Kayumanis Bogor Pasang Spanduk Protes, Tegas Tolak Proyek PSEL di Pemukiman
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak