TANTRUM - Kaget yang menyebabkan dampak fatal seperti serangan jantung hingga berujung pada kematian sebenarnya jarang terjadi.
Pasalnya, reaksi kaget sangat normal dialami setiap orang dan bukan sesuatu yang berbahaya. Alih-alih mengancam nyawa, reaksi kaget justru berguna melindungi diri dan membuat Anda lebih waspada.
Anda biasanya akan kaget atau tersentak ketika mengalami suatu hal yang mengejutkan, tidak disangka, ataupun menakutkan.
Munculnya reaksi kaget berkaitan dengan mode psikologis fight or fight, yakni mode yang mengatur respons stres di dalam tubuh saat otak mendeteksi adanya suatu ancaman.
Dalam mode fight or flight (melawan dan melarikan diri), otak akan memerintahkan pelepasan hormon kortisol dan adrenalin.
Hormon kortisol dan adrenalin ini akan meningkatkan detak jantung dan aliran darah, memperlambat proses pencernaan, serta melebarkan pupil mata.
Normalnya, reaksi kaget terjadi tiba-tiba dan cepat mereda. Detak jantung dan tekanan darah akan kembali normal sesaat Anda memahami hal yang menyebabkan Anda kaget.
Namun, pada kasus tertentu, misalnya pada orang yang memiliki lemah jantung dan sering kaget atau mengalami syok berat, reaksi yang terjadi bisa berlebihan.
Mode fight or flight bisa membuat otot jantung berkontraksi dengan hebat secara terus-menerus.
Baca Juga: Yuk Bersiap! WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 Sudah di Depan Mata
Hal ini membuat jantung berdetak semakin cepat dan mengakibatkan kegagalan fungsi jantung.
Akibatnya, aliran darah ke jantung dan seluruh tubuh bisa terhenti secara mendadak. Kemudian, timbulah gejala serangan jantung.
Kondisi inilah yang menyebabkan mengapa kaget bisa menyebabkan dampak buruk seperti kematian.
Dampak buruk kaget lainnya
Beberapa orang yang mudah kaget biasanya akan menunjukkan reaksi yang lebih ekspresif ketika terkejut. Anda yang sontak berteriak, jatuh, atau bahkan latah.
Walaupun tak selalu terjadi, menurut dr. Andreas Wilson Setiawan dari Hello Sehat, Kamis, 15 September 2022, sering kaget atau reaksi kaget berlebihan juga memiliki risiko bagi kesehatan.
Tag
Berita Terkait
-
Kematian Pertama Akibat Cacar Monyet, Ada di Los Angeles Amerika
-
Raja Inggris Baru Ingin Dikenal Sebagai Charles III
-
DBD di Kota Bandung Capai 3.936 Kasus, Ada 24.192 Kasus di Jabar Periode Januari-Juli 2022
-
Yuk Jalani Pola Hidup Sehat, Cara Mencegah Gagal Jantung
-
Waspadai Irama Jantung, Orang Normal Tidak Dapat Dengarkan Denyut
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
6 Kombinasi Lipstik Ombre untuk Kulit Kuning Langsat, Bibir Makin Fresh dan Berdimensi
-
Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks
-
Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?
-
Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link
-
Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok