TANTRUM - Merebaknya kasus penyakit gangguan ginjal akut yang progresif dan atipik (unknown origins/misterius) terhadap kelompok anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat mengimbau masyarakat tidak panik.
Pasalnya, seluruh pelayanan fasilitas kesehatan (faskes) dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit telah menerima pedoman penanganan tatalaksana untuk penyakit ini yang diterbitkan oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.
"Jadi kalau dalam pedoman yang disampaikan oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, ini kan sesuai bahwa yang namanya kasus pada anak ini ditangani apabila usianya 0 - 18 tahun. Dan memang umumnya gangguan yang angkut, yang progresif dan atipik itu datang kepada kami itu dibawah 6 tahun. Umumnya seperti itu," ujar Ketua Unit Kedokteran Nefrologi IDAI Jawa Barat, Dany Hilmanto melalui telepon, ditulis Kamis, 27 Oktober 2022.
Artinya dikatakan Dany, faskes tingkat pertama seperti puskesmas atau rumah sakit daerah tipe D saat menerima pasien anak dengan keluhan panas, batuk pilek dan diare, harus diwaspadai kemungkinan mengarah ke penyakit gangguan ginjal misterius.
Pasien tersebut harus dimonitor secara ketat. Kalau penyakit berlanjut sampai dengan 7 hari, seluruh tenaga medis di faskes wajib memeriksa urine kreatinin, fungsi ginjal, dan jumlah urinnya.
"Supaya apabila ada kemungkinan ke arah penyakit gangguan ginjal bisa dideteksi sedini mungkin. Pada kasus yang datang kepada kami dengan gangguan akut ini mereka datangnya tidak datang dengan gejala spesifik. Atau khas gejala gangguan ginjal," kata Dany.
Dany menerangkan biasanya pasien yang terpapar gangguan ginjal misterius ini, gejalanya hanya dengan panas batuk, pilek, terkadang dengan diare, batuk, sesak nafas.
Namun, kemudian tetiba air kencingnya berkurang. Kemudian terdapat bengkak kelopak mata, di tungkai, perut.
"Sehingga kalau diperiksa parameter untuk penyakit ginjal menunjukan ada gangguan pada ginjalnya.
Baca Juga: Dikejar Pembunuh Psikopat! Simak Cerita Halloween Ends
Dari sisi keilmuan medis tentang ginjal anak, Dany menuturkan gangguan ginjal akut ini seharusnya diketahui sebabnya.
Pada umumnya dibagi tiga sebab pertama prerenal yaitu sebelum ginjal, renal atau pada ginjalnya sendiri, dan post renal misalnya disebabkan tumor, batu, atau sesudah ginjal dalam strukturnya.
"Umumnya gangguan ginjal akut pada anak karena infeksi. Misalnya karena diare atau infeksi yang berat lain yang biasa kita sebut dengan sepsis," sebut Dany.
Pada pasien diare itu kerap anak-anak menjadi gangguan ginjal akut. Tetapi apabila ditangani dengan baik, pasien dapat segera bisa pulih.
Jika penanganannya terlambat, maka akan langsung menginfeksi lambung. Apabila itu terjadi, pasien diharuskan memerlukan penanganan agresif seperti cuci darah.
"Masyarakat tidak perlu panik. Apabila menemukan gejala yang tadi disebutkan dengan mengarah ke gangguan ginjal akut, segera ke fasilitas kesehatan terdekat," ungkap Dany.
Tag
Berita Terkait
-
16 Daerah di Jabar Berpotensi Turun Hujan
-
Mantap Pisan! Ada Posyandu Multifungsi di Ciamis
-
Wagub Jabar Apresiasi Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di Purwakarta
-
Tinjau Harga Kebutuhan Pokok, Agenda Pertama Sarling Perdana Ridwan Kamil
-
Diganti Mapel Pengembangan Karakter, Siswa SD dan SMP Surabaya Bakal Bebas PR
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka