/
Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:07 WIB
freepik

TANTRUM - Jumlah pasien meninggal dunia akibat terinfeksi gangguan ginjal akut misterius di Jawa Barat bertambah menjadi 16 orang. Angka itu dari total 41 kasus serupa yang terdeteksi oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat. 

Awalnya pasien gangguan ginjal akut misterius yang meninggal dunia sebanyak 15 orang dengan total kasus mencapai 33 orang.

Menurut Kepala Dinas Jawa Barat Nina Susana Dewi, kasus gangguan ginjal akut misterius yang terjadi ini tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Terbanyak, pasien gangguan ginjal akut misterius ini dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Itu kemarin pagi itu sudah 16 pasien yang meninggal, jadi memang kita waspada. Masyarakat itu kalau menemukan gejala ada demam, ada diare, mual, muntah atau lama - lama pipisnya jadi sedikit ya, itu ke dokter saja. Nanti dokter sudah tahu diperiksa apanya kemudian diberikan obat dan sekarang sirup sudah boleh memilih beberapa. Jadi masyarakat waspada saja dengan gejalanya,"  ujar Nina di RSHS, Bandung, kemarin (Rabu, 26/10/2022).

Sementara obat penangkal gangguan ginjal akut misterius dari Kementerian Kesehatan, Nina menjelaskan masih dialokasikan untuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.

Tetapi Nina mengaku jika jumlah persediaan obat tersebut telah banyak, kemungkinan Kementerian Kesehatan akan menyalurkannya ke daerah lain.

"Memang ada rencana memberi lebih banyak obat tersebut, jika memperoleh dari negara lain kemungkinan akan disebar ke kabupaten kota yang memerlukan. Tergantung dari jumlah kasus yang ada di daerah tersebut," kata Nina.

Obat penangkal gangguan ginjal Fomepizole atau nama lainnya Antizol merupakan obat yang digunakan sebagai penangkal racun metanol atau etilen glikol (EG), sementara dialokasinya untuk pasien yang dirawat di Jakarta.

Alasannya ucap Nina, banyak pasien asal Provinsi Jawa Barat yang kini tengah dirawat akibat gangguan ginjal akut misterius di rumah sakit Jakarta.

Baca Juga: Seluruh Faskes di Jabar Pantau Ketat Penyakit Gangguan Ginjal Akut

"Jadi pasien yang dirawat di RSCM itu dapat juga obat tersebut. Tapi masih khusus pasien RSCM. Untuk Jawa Barat belum karena mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan," sebut Nina.

Untuk sementara ini pasien gangguan ginjal akut misterius yang dirawat di rumah sakit Jawa Barat, diobati dengan sirup yang dinyatakan aman oleh Kementerian Kesehatan.

Pemberian obat sirup kepada pasien tinggal menyesuaikan kadarnya dengan kondisi yang diderita. Sama halnya dengan pemberian obat paracetamol.

Load More