TANTRUM - Jumlah pasien meninggal dunia akibat terinfeksi gangguan ginjal akut misterius di Jawa Barat bertambah menjadi 16 orang. Angka itu dari total 41 kasus serupa yang terdeteksi oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat.
Awalnya pasien gangguan ginjal akut misterius yang meninggal dunia sebanyak 15 orang dengan total kasus mencapai 33 orang.
Menurut Kepala Dinas Jawa Barat Nina Susana Dewi, kasus gangguan ginjal akut misterius yang terjadi ini tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Terbanyak, pasien gangguan ginjal akut misterius ini dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Itu kemarin pagi itu sudah 16 pasien yang meninggal, jadi memang kita waspada. Masyarakat itu kalau menemukan gejala ada demam, ada diare, mual, muntah atau lama - lama pipisnya jadi sedikit ya, itu ke dokter saja. Nanti dokter sudah tahu diperiksa apanya kemudian diberikan obat dan sekarang sirup sudah boleh memilih beberapa. Jadi masyarakat waspada saja dengan gejalanya," ujar Nina di RSHS, Bandung, kemarin (Rabu, 26/10/2022).
Sementara obat penangkal gangguan ginjal akut misterius dari Kementerian Kesehatan, Nina menjelaskan masih dialokasikan untuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.
Tetapi Nina mengaku jika jumlah persediaan obat tersebut telah banyak, kemungkinan Kementerian Kesehatan akan menyalurkannya ke daerah lain.
"Memang ada rencana memberi lebih banyak obat tersebut, jika memperoleh dari negara lain kemungkinan akan disebar ke kabupaten kota yang memerlukan. Tergantung dari jumlah kasus yang ada di daerah tersebut," kata Nina.
Obat penangkal gangguan ginjal Fomepizole atau nama lainnya Antizol merupakan obat yang digunakan sebagai penangkal racun metanol atau etilen glikol (EG), sementara dialokasinya untuk pasien yang dirawat di Jakarta.
Alasannya ucap Nina, banyak pasien asal Provinsi Jawa Barat yang kini tengah dirawat akibat gangguan ginjal akut misterius di rumah sakit Jakarta.
Baca Juga: Seluruh Faskes di Jabar Pantau Ketat Penyakit Gangguan Ginjal Akut
"Jadi pasien yang dirawat di RSCM itu dapat juga obat tersebut. Tapi masih khusus pasien RSCM. Untuk Jawa Barat belum karena mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan," sebut Nina.
Untuk sementara ini pasien gangguan ginjal akut misterius yang dirawat di rumah sakit Jawa Barat, diobati dengan sirup yang dinyatakan aman oleh Kementerian Kesehatan.
Pemberian obat sirup kepada pasien tinggal menyesuaikan kadarnya dengan kondisi yang diderita. Sama halnya dengan pemberian obat paracetamol.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pelajaran Kehidupan dan Pencarian Jati Diri di Drama Our Unwritten Seoul
-
Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung
-
Promo Alfamart 23-31 Maret 2026: Diskon Obat-obatan dan Vitamin untuk Pemudik
-
Jangan Sampai Kelewatan! 7 Judul Terbaik Steam Spring Sale yang Harganya Hampir Gratis
-
Selamat Datang Elkan Baggott Sudah di Hotel Jakarta Jelang FIFA Series 2026
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
-
10 Promo Sepatu New Balance di Sports Station Akhir Maret 2026
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?
-
Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas
-
Waspada Heat Stroke! Cek 3 Tips Penting Dokter Agar Mudik Aman