TANTRUM – Jam kerja Elon Musk bertambah panjang setelah mengakuisisi salah satu platform media terbesar dunia Twitter. Elon Musk bahkan mengaku tak memiliki waktu untuk libur.
Diketahui sebelum mengambil alih Twitter, Elon Musk merupakan bos besar sejumlah perusahaan bertaraf global seperti Tesla, SpaceX, Neuralink, dan Boring Company.
"Pekerjaanku meningkat dari sekitar 70 jam sampai 80 jam per minggu menjadi kemungkinan sekitar 120 jam," katanya seperti dikutip dari suara.com, Kamis (10/11/2022).
Dengan demikian dia bekerja kurang lebih selama 17 jam/perhari, dimana waktunya hanya dihabiskan untuk tidur dan bekerja saja.
"Pergi tidur, bangun, bekerja, pergi tidur, bekerja, melakukan hal itu 7 hari seminggu," cetusnya.
Ia mengaku tak punya pilihan selain bekerja keras karena banyak hal harus ditangani di Twitter. "Jika Twitter sudah diletakkan di jalur yang benar, kupikir akan jauh lebih mudah untuk dikendalikan dibandingkan SpaceX atau Tesla," pungkas Elon Musk.
Elon Musk pernah mengatakan bahwa kerja 8 jam sehari atau sekitar 40 jam seminggu (5 hari kerja) sangatlah kurang untuk melakukan sesuatu yang besar, apalagi jika ingin mengubah dunia.
Elon Musk menyarankan bekerja sekitar 80 hingga 100 jam dalam seminggu, di kisaran 16 hingga 20 jam per hari. Menurutnya, tidak ada orang yang pernah mengubah dunia hanya dengan bekerja 40 jam seminggu.
Namun Elon Musk mengakui jadwal kerja yang terlalu berat tidak sehat bagi tubuh dan tidak seharusnya ditiru karena kata dia bisa bikin gila.
Baca Juga: Perempuan Amanat Nasional Usung Erick Thohir Jadi Cawapres
"Tak seorang pun harus bekerja sebanyak itu. Tidak direkomendasikan bagi siapa pun. Kamu akan menjadi sedikit gila jika kamu bekerja 120 jam dalam seminggu," kata Elon Musk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
5 Pilihan Parfum Lokal Aroma Sandalwood yang Elegan dan Berkarakter
-
Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital
-
Persija Jakarta vs Persis Solo, Misi Emosional Alfriyanto Nico di GBK
-
Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat
-
3 Skincare Ampuh Jaga Kesehatan Kulit: Wajah Glowing, Cegah Penuaan Dini
-
Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo
-
Rendy Samuel Buka Suara soal Perceraian, Bantah KDRT dan Jelaskan Isu Nafkah Rp20 Ribu
-
Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan
-
Senjata Andalan Persija Siap Bikin Persis Solo Merana di Stadion GBK
-
KemenPPPA Sebut Lonjakan Daycare di Indonesia Tak Diiringi Standar dan Legalitas